KABAR GOLKAR

Soal Elektabilitas,Golkar Yakin Tidak Ada Penurunan

Ahmad Doli Kurnia

KabarGolkar – Ketua DPP partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyatakan bahwa kasus korupsi yang menimpa kader-kader Golkar, tidak menurunkan elekteblitas partai tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Golkar sedang giat melakukan program bersih-bersih pada anggotanya. Menurutnya, di era kepemimpinan Airlangga Hartarto, sebagian besar dihuni oleh anak muda sehingga citra partai Golkar dapat berubah menjadi partai yang bersih dan bersahabat bagi generasi milenial

“Saya kira enggak ada survei yang mengatakan bahwa elekteblitas kita turun. Sekarang kalau turun itu kan relatif, jadi kami sejak awal di dalam kepengurusan ini sudah bertekad, sekarang di kepengurusan pak Airlangga Hartarto ini dihuni oleh generasi ketiga dan keempat di partai Golkar, yang sebagian besar adalah generasi muda. Sejak awal dalam periode terakhir ini selalu mencitrakan partai Golkar yang bersih dan partai yang milineal friendly,” ujarnya, Jakarta, Sabtu (15/09/2018).

Ahmad Doli menyadari bahwa Golkar sedang mengahadapi tantangan yang besar, karena sebagian kadernya melakukan tindak pidana korupsi.  Golkar ingin merubah citra buruk dengan melakukan program bersih-bersih pada partainya. Jika ada dari kader yang melakukan penyimpangan hukum, dia akan menindaknya secara tegas,  dengan memisahkannya dari Partai Golkar sehingga citra partai tetap baik.

“Jadi kami sadar betul tantangan yang dihadapi oleh partai Golkar ini sangat besar.  Keinginan kami bersih bersih juga tidak semudah yang kami bayangkan, tetapi dari kasus yang kita hadapi ini, saya ingin sampaikan bahwa kami sudah menyelesaikan nya dengan baik,” terangnya .

“Artinya kalau ada kader yang terindikasi melakukan penyimpangan hukum, itu selalu kita lakukan tindakan dan menyuruh nya untuk memisahkan urusan pribadi dengan partai Golkar. Dalam menyikapi beberapa kader tersebut, kami menganggapnya bagian dari bersih-bersih,” lanjutnya.

Terkait kasus bekas narapidana koruptsi yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif, ia mengatakan Golkar mendukung penuh langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tidak meloloskan caleg yang bermasalah. Menurutnya, calon pemimpin dan wakil rakyat harus mempunyai rekam jejak yang baik sebelum mencalonkan diri, sehingga di pemerintahan yang akan datang bebas dari korupsi.

“Di sisi lain, partai Golkar memberikan apresiasi terhadap inisiasi yang selama ini dilakukan oleh KPU, karena KPU dengan menertibkan PKPU itu mendorong supaya pemerintahan kita bersih pada masa yang akan datang. DPR kita juga bisa bebas dari korupsi dan mereka menginginkan calon yang terpilih menjadi wakil rakyat adalah calon yang kredibel dan punya track record yang baik,” ujarnya.

Dia menyayangkan ratusan anggota DPR dan DPRD yang terlibat kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, hal itu adalah kejahatan yang besar.  Melihat kasus tersebut, Golkar bertekad untuk tidak mendaftarkan nama yang tidak memenuhi syarat berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terkait pencalonan legislatif.

“Apalagi kita lihat sekarang ratusan anggota DPR yang terlibat kasus korupsi juga kepala daerah seperti itu. Oleh karena itu, partai Golkar mendukung penuh dalam bentuk dukungan itu kami tidak memasukkan nama nama yang tidak memenuhi syarat pada PKPU tersebut,  yaitu dalam rangka mendukung upaya KPU,” tegasnya.

Ia menyatakan bahwa hal itu adalah kejahatan luar biasa. Untuk itu, setiap anggota yang terlibat hendaknya langsung dinonaktifkan.

“Jadi itu kejahatan yang luar biasa, jadi kami minta kepada partai DPD partai Golkar yang ada disana untuk segera memberhentikan dan menonaktifkan kader tersebut,” tutupnya.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *