KABAR GOLKAR

Sumbang 7,38% PDB Nasional, Golkar Ajak Warga Balikpapan Promosikan Produk Ekonomi Kreatif

ilustrasi (Foto: indonesiakreatif.bekraf.go.id)

 

kabargolkar.com – Ekonomi kreatif lahir dari ide dan gagasan. Konsep ekonomi kreatif menempatkan kreativitas dan pengetahuan sebagai aset utama dalam meningkatkan perekonomian nasional. Saat ini, Ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,38% terhadap PDB perekonomian nasional.

Dalam upaya mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Balikpapan, hari ini (8/9) Badan Ekonomi Kreatif RI menyelenggarakan Sosialisasi BISMA (Bekraf Information System in Mobile Application) Periset Ekonomi Kreatif yang Mendapatkan Peningkatan Kapasitas.

Acara yang digelar di hotel Grand Jatra Balikpapan ini dihadiri lebih dari 150 orang pelaku ekonomi kreatif Balikpapan. Hadir sebagai narasumber Maman Rahmawan (Kepala Sub Direktorat Informasi dan Pengolahan Data, Bekraf RI), Ilham Pinastiko, (Founder PALA Nusantara), Harjono Sukarno (Direktur PBMT Ventura). Turut hadir sebagai Keynote Speaker, Hetifah Sjaifudian (Wakil Ketua Komisi X DPR RI).

Politisi Partai Golkar dan Wakil Ketua Komisi X – Hetifah Sjaifudian

Maman Rahmawan menyampaikan bahwa acara ini penting untuk dapat meningkatkan output dan kreatifitas. Terdapat tiga sub sektor ekonomi kreatif unggulan, kuliner, fashion, dan kriya. Kuliner menyumbang 41,4%, fashion sebesar 18,1% dan kriya sebesar 15,4%.

“Ekonomi kreatif terus didukung untuk dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” jelas Hetifah dalam keterangan tertulisnya kepada Kabar3com, Rabu (12/9/2018).

Ilham Pinastiko, pendiri PALA Nusantara, Napak Rasa, Sate Klatak, dan Matoa menceritakan ide kreatif diantaranya dalam menciptakan jam tangan kayu. Menurutnya value sebuah kayu bisa diangkat menjadi sebuah produk dengan daya jual tinggi. Harga kayu 155 rb bisa menjadi 1 jutaan.

“Bagaimana saya memanfaatkan potensi alam, mewujudkan inovasi dan ide kreatif menjadi sebuah bisnis,” papar lulusan Desain Produk ITB ini.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan bahwa Balikpapan sebagai one of the most liveable city, harus dapat meletakkan ekonomi kreatif sebagai unggulan.

“Ekonomi kreatif ini tidak hanya berperan dalam perekonomian nasional, ekonomi kreatif juga turut menyerap tenaga kerja”

Anggota DPR RI Dapil Kaltim dan Kaltara ini mengharapkan masyarakat untuk berperan aktif.

“Diantaranya dengan mengenalkan dan mengapreasisasi produk ekonomi kreatif, menciptakan branding local sebagai ciri khas ekonomi kreatif daerah, dan mempromosikan hasil ekonomi kreatif,” paparnya.

Beberapa faktor yang harus diperhatikan pelaku ekonomi kreatif untuk peningkatan usaha adalah terus meningkatkan kreatifitas, memanfaatkan kemajuan IT, memanfaatkan media dan pengembangan industri.

Lebih lanjut, Hetifah menyebut terdapat 7 isu yang menjadi tantangan ekonomi kreatif yang harus diatasi

“SDM kreatif, ketersediaan bahan baku, daya saing industri, pembiayaan/akses permodalan, pasar, infsrastruktur dan tekonologi, kelembagaan dan iklim usaha,” pungkas politisi Golkar ini.

sumber berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *