OPINI

Tahun Politik dan Demokrasi Berkeadilan

ilustrasi (Wicak Hidayat)

Oleh: Deni Yusup* 

kabargolkar.com – Tahun politik menjadi tahun yang menjadi  tren saat ini, musim orang mengambil simpati masyarakat untuk dapat legitimasi dan mendapatkan mandat dalam pemilihan umum nanti.

Dari hirup pikuk panasnya persoalan politik, orang suka lupa bahwa politik bukan hanya perebutan kekuasaan semata,tapi disana ada makna tersirat bahwa politik menjadi panglima dari semua bidang dalam menjalankan keberagaman suatu negara.

Politik identik dengan perebutan kekuasaan sesaat, kawan bisa jadi lawan, dan begitu sebaliknya ini yang menjadi komsumsi umum di masyarakat, sejatinya politik adalah niatan suci untuk membangun bangsa, seperti makna yg saya sebutkan diatas politik menjadi tolak ukur untuk bidang yang lain.

Kondisi politik berpengaruh terhadap ekonomi, hukum apalagi terhadap hajat hidup orang banyak, tetapi fakta dilapangan memang masyarakat kita masih apolitik, mereka tidak peduli terhadap politik , yang sejatinya adalah menjadi marwah dari semua bidang kehidupan dalam bernegara, ada istilah kalau politiknya sehat bangsanya akan sejahtera dan maju, kalau politiknya sakit negaranya dapat dipastikan dalam kondisi tidak stabil.

Peran elit politik menjadi ganda selain mereka mengiginkan simpati masyarakat tetapi mereka juga harus berjiwa negarawan dimana mereka harus melakukan pendidikan politik agar kecerdasan masyarakat dalam bersikap politik lebih rasional.

Adanya teknologi dan di era medsos ini sedikitnya merubah prilaku orang yang generasi milenial yang apolitik menjadi melek politik tetapi dalam kadar sebatas bersikap mengeluarkan pendapat dalam akun akun medsosnya. ini juga menambah aspek positif kalau apa yg disampaikan mengandung dampak positif, dan begitu sebaliknya, sedikitnya dengan adanya media sosial ini menambah kepekaan elit untuk memperjuangkan keinginan masyarakat dan bisa menjadi cambuk bagi elit yang tidak peka terhadap keinginan publik.

Bagaimana arah politik kedepan setelah pemilihan umum nanti, untuk menjawab pertayaan tadi tidak mesti menungu jawaban final nanti, mari kita lihat prosesnya untuk mewujudkan demokrasi yang berkeadilan tentu ada beberapa prasyaratnya salah satunya adanya kompetisi yang sehat diantara nominasi calon- calon pemimpin kedepan, selajutnya harus ada komitmen bersama dalam linkaran elit yang akan berkompetisi dalam pemilihan calon presiden, dan diantara partai- partai yang ada. partai menjadi sumber untuk meningkatkan demokrasi yang berkeadilan untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan memiliki legitimasi yang kuat, ini semua menjadi cermin dari demokrasi berkeadilan.

*Penulis adalah peneliti Nusantara Riset, Ketua Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) dan Caleg DPR RI

 

(indonesiana)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *