DPP KABAR NASIONAL

Tantangan Ekonomi Pancasila Dalam Kemajuan Revolusi 4.0

kabargolkar. Jakarta – Mengikuti tren yang kekinian dalam perkembangannya akhir-akhir ini, bahwa arus globalisasi dan juga arus informasi saat ini sangat banyak sekali manfaat dan sekaligus efek yang kurang baik juga dalam perjalanannya.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengemukakan hal ini dalam pembukaan seminar fraksi partai golkar DPR RI dengan tema ” Ekonomi Pancasila Dalam Era Digital, Upaya Mengatasi Kemiskinan Dan Kesenjangan Sosial ” di hotel JS Luwansa, Jakarta, kamis ( 24/5/2018).

Kebesaran sebuah bangsa dalam mencapai suatu kemajuan itu bisa dikatakan berhasil apabila mempunyai sumber daya manusia yang kompeten dan unggul. Dalam hal inilah revolusi digital era sekarang paling tidak harus mau memberikan kompetensi yang mumpuni buat bangsa indonesia.

Poin pokok yang disampaikan Airlangga Hartarto ini sekaligus mengkesinambungkan dengan aspek kemajuan revolusi industri kekinian,  yang lebih populer disebut dengan ” Revolusi 4.0 ” jangan sampai menjauhkan nilai-nilai ekonomi kita keluar dari jati diri nya dari Pancasila (ekonomi kerakyatan)

” Poin inilah yang selalu saya kemukakan dalam berbagai kesempatan, yakni kemajuan digitalisasi bukan berarti keluar dari nilai-nilai yang selama ini kita anut. Kesinambungan dan perpaduan nilai ekonomi kerakyatan inilah bisa disebut suatu bentuk implementasi nyata dalam beberapa kreativitas anak bangsa yang berhasil menggunakan kemajuan tekhnologi dengan kebersamaan ekonomi kerakyatan “. Lanjut Menperin tersebut.

Selain membahas revolusi 4.0 dan aspek globalisasi informasi ini, Airlangga Hartarto juga menyampaikan, bahwa tantangan kemajuan dibidang industri yang sanggup bersanding dengan bangsa luar dengan menyertakan masyarakat indonesia sebagai pencipta dari sebuah industrinya sekaligus.

” beberapa program pemerintah saat ini adalah menggenjot pembangun infrastruktur dan kemaritiman. Inilah yang nantinya sebagai jalur-jalur persiapan menuju revolusi 4.0 itu sendiri dan sebagai jembatan untuk menuju industri kerakyatan yang dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi untuk masyarakat “. Tutup Airlangga Hartarto.{journalist sumarsono}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *