KABAR DPD KABAR PILEG

Target Kursi Legislatif Berbeda, Begini Penjelasan Golkar Jatim

 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Probolinggo, Audi Dirmana. [golkar jatim]

Kabargolkar.com, PROBOLINGGO – Perbedaan jumlah target perolehan kursi jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 menjadi persoalan di tubuh Golkar Jawa Timur (Jatim), pasalnya, Zainuddin Amali menargetkan hanya enam kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo, sementara Audi Firmana memasang target mencapai sembilan kursi. Perbedaan jumlah target tersebut diketahui saat acara pengukuhan dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Probolinggo. Rabu (5/12) sekitar pukul 10.00.

Audi menarget lebih banyak ketimbang rekan politiknya, Zainuddin karena mengetahui betul kondisi politik di wilayahnya. Ia juga mengetahui kapasitas, kekuatan, dan kinerja 30 caleg di tiga Daerah Pilihan (Dapil) yang dicalonkan. Menurut Audi, Calon Legislatif (caleg) yang diajak bertarung di Pileg 2019 April sudah berpengalaman karena merupakan caleg petahana. Sedangkan, caleg baru tidak diragukan lagi kapasitasnya.

“Bahkan dari 30 caleg, 10 persennya perempuan dan mewakili beberapa unsur. Yakni agama, pemuda, pengusaha, ekskutif, dan pendidikan serta 5 caleg yang saat ini menjadi anggota DPRD setempat. Caleg yang kami usung mewakili beberapa unsur. Bahkan ada yang pernah menjabat ketua ormas,” tandasnya saat berkesempatan memberikan pidato politiknya di acara yang berlangsung di gedung Paseban Sena Jalan Suyoyo, Probolinggo, tersebut.

Selain itu, Golkar belajar dari pengalaman dalam pilkada serentak Maret lalu. Meski calon yang diusung partainya kalah dalam pertarungan perebutan kursi wali dan wakil wali Kota Probolinggo, momen politik seperti itu bisa dijadikan modal untuk meraih kemenangan dalam pileg nanti. “Kami kalah dalam pemilihaan wali dan wakil wali kota. Tapi harus menang pileg. Minimal 9 kursi,” pungkas Audi.

Ketua DPD yang sekaligus menjabat ketua Bappilu Golkar Kota Probolinggo tersebut berharap pada kadernya maksimal bekerja dan turun ke lapangan untuk merebut simpati rakyat. Audi juga meminta bappilu yang dikukuhkan untuk segera merapatkan barisan dan menyusun program kerja agar target tercapai. “Banyak yang harus kita kerjakan. Makanya kami minta untuk segera merapatkan barisan,” terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan Plt Ketua DPD Partai Golkar Jatim Zainudin Amali. Menurut dia, pekerjaan Bappilu lebih berat. Selain memenangkan capres dan cawapres yang diusung Partai Golkar, Bappilu juga harus menyusun strategi untuk memenangkan kursi legislatif. Baik DPRD kota, DPRD jatim, maupun DPR RI. “Kerja dan tantangan kita lebih berat. Terutama bappilu. Makanya, selesai dikukuhkan langsung bekerja sesuai perannya,” pinta dia.

Soal target DPRD Kota Probolinggo, Zainuddin menargetkan DPRD 1 dan DPR RI mendapat minimal enam kursi. Jika angka itu terpenuhi dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) lima tahun mendatang, Partai Golkar bisa memberangkatkan sendiri kadernya tanpa berkoalisi dengan partai yang lain. “Untuk mencalonkan wwali kota kan syaratnya minimal kursi di DPRD 20 persan. Kalau jumlah kursi 30, berarti 20 persennya ya 6 kursi. Ini target minimal. Lebih dari 6 lebih bagus,” tandasnya.

Soal rangkap jabatan antara ketua DPD dan Ketua Bappilu, Zainuddin menyebut tidak ada masalah lantaran fungsi elektral partai dihandel bappilu. Karena itu, Ketua Bappilu dijabat Ketua DPD mulai DPD kota/Kabupaten, DPD provinsi, dan DPP. “Seluruh indinesia ketua bappilu dijabat ketua Golkar. Ini hanya untuk mempermudah dan mempercepat koordinasi saja,” pungkasnya, sebelum memperkenalkan dan melepas caleg Partai Golkar. [batutimes]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *