KABAR NASIONAL

Theo Sambuaga Nilai KH Ma’ruf Amin Pilihan Tepat dari Jokowi

Theo Sambuaga (TEMPO/Seto Wardhana)

kabargolkar.com, JAKARTA – Sebagian kalangan sempat mempertanyakan motif Presiden Jokowi memilih KH Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya pada Pilpres 2019. Selain dianggap belum populer, Kiai Ma’ruf juga disebut agak kontroversial terkait kasus Ahok.

Apapun penilain terhadap sosok Kiai Ma’ruf, bagi politisi senior Golkar Theo L Sambuaga keputusan Jokowi memilih Ketua Umum MUI itu sebagai calon wakil presiden (cawapres) adalah pilihan yang tepat.

“Ma’ruf Amin adalah tokoh nasional yang memiliki rekam jejak yang panjang dan baik,” kata Theo L Sambuaga pada diskusi “Dari Tokoh Bangsa untuk Republik: Pemikiran KH Ma’ruf Amin mengenai Kerakyatan, Kebangsaan, dan Kedaulatan” di Jakarta, Rabu (28/11).

Presiden Jokowi dan KH Ma'ruf Amin
Jokowi-Ma’ruf Amin saat pendaftaran di Kantor KPU Pusat. Foto: KPU

Diskusi yang diselenggarakan oleh Megawati Institute itu dihadiri tamu undangan antara lain, oleh Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Ketua Apindo Anton J Supit, dan Wakil Sekretaris Persatuan Islam (Persis) Muhammad Furqon.

Menurut Theo L Sambuaga, KH Ma’ruf Amin adalah sosok kiai dan ahli ekonmi syariah. Dirinya mengenal Kiai Ma’ruf sudah cukup lama, yakni sejak tahun 1999 ketika sama-sama menjadi anggota DPR RI periode 1999-2004.

Saat itu, KH Ma’ruf Amin adalah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkiran Bangsa (PKB), sedangkan Theo L Sambuaga adalah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.

Dalam pertemuan-pertemuannya dengan KH Ma’ruf Amin, menurut Theo, dirinya mengetahui bahwa Ma’ruf Amin sebelumnya pernah menjadi anggota DPR RI pada periode 1972-1977 dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Kalau Kiai Ma’ruf lahir tahun 1943, maka pada tahun 1972 usianya belum genap 30 tahun. Itu menunjukkan Kiai Ma’ruf di usia muda sudah menjadi tokoh dan populer,” terang Theo sebagaimana dilansir Antara.

Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman Indonesia pada era Kabinet Reformasi Pembangunan ini juga memuji pandangan KH Ma’ruf Amin soal Pancasila, kerakyatan, kebangsaan, dan kedaulatan, yang disampaikan dalam forum diskusi melalui rekaman suara.

KH Ma’ruf Ami tidak hadir pada diskusi tersebut, dengan alasan ada halangan. (merahputih)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *