KABAR NASIONAL

Tol Motor Itu Perlu, Yuk! Simak Alasannya

kabargolkar.com

Jalan Di Atas Perairan (JDP) atau Jalan Tol Bali. Jalur sepeda motor dibuat di sisi luar ruas tol (Otomania.com/Muhammad Hasanudin)

kabargolkar.com Wacana tentang perlu atau tidaknya tol motor atau motor masuk tol menjadi perbincangan di masyarakat. Usulan tersebut menimbulkan pro dan kontra. Sebagian mempertentangkan wacana tersebut, namun, tidak sedikit yang mendukungnya.

Beberapa hal berikut menjadi alasan mengapa wacana tol motor perlu dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya. Yuk, mari disimak alasannya.

Keadilan masyarakat

Pengendara motor memiliki hak yang sama dengan pengendara mobil atas jalan tol yang telah dibangun pemerintah. Baik pemilik mobil dan motor, keduanya berkewajiban membayar pajak. Tentu saja, pelaksanaan kewajiban tersebut harus beriringan dengan pemenuhan hak. Pemerintah wajib memenuhi hak tersebut untuk memenuhi keadilan masyarakat, terutama bagi pengendara motor.

Tol motor memberikan kesempatan kepada masyarakat yang juga ingin menikmati infrastruktur tanpa diskriminasi. Sarana infrastruktur yang dibangun oleh negara juga harus dapat dinikmati oleh pengguna motor dengan nyaman dan aman seperti para pemilik mobil. Jadi, semua pihak dapat menikmati infrastruktur yang dibangun pemerintah.

Memberikan kemudahan

Salah satu alasan pemerintah membangun infrastruktur adalah untuk mempermudah gerak langkah masyarakat dalam melakukan kegiatannya. Tidak semuanya memiliki kemampuan untuk membeli mobil. Kemudian, belum semua wilayah terlayani sarana transportasi umum dengan baik. Oleh sebab itulah, banyak masyarakat kita yang menggunakan motor. Pemerintah pun harus memperhatikan kondisi ini. Dengan memperbolehkan motor masuk tol, hal tersebut akan sangat membantu memberikan kemudahan mobilitas masyarakat.

Pengguna motor terbanyak di tanah air dan dunia

Indonesia merupakan negara terbesar ketiga di dunia untuk urusan sepeda motor. Populasi kendaraan roda dua ini pun menjadi yang tertinggi di tanah air. Berdasarkan data dari BPS, Total jumlah populasi kendaraan bermotor di Indonesia pada 2017 adalah sebanyak 138.556.669.

Rinciannya, mobil penumpang sebanyak 15,49 juta unit. Mobil bis sebanyak 2,5 juta unit. Mobil barang sebanyak 7,52 juta unit. Sepeda motor sangat dominan dengan jumlah unitnya mencapai 113,03 juta.

Jumlah motor sebanyak itu juga perlu diatur dan dilayani dengan baik oleh pemerintah. Dengan memberikan kesempatan motor menggunakan jalan tol, tentu akan sangat membantu masyarakat Indonesia yang masih sangat dominan menggunakan sepeda motor.

Sudah ada prakteknya di Indonesia

Sebenarnya, wacana motor masuk tol sudah ada prakteknya di Indonesia. Walupun, penerapannya terbatas. Motor dapat masuk tol, seperti ditemui di jalan Tol Bali Mandara dan Jembatan Suramadu. Di kedua tempat ini, terdapat jalur khusus motor. Jalur motor dan mobil dipisahkan oleh separator agar tercipta kondisi yang aman bagi pengguna motor dan mobil.

kabargolkar.com

Motor masuk tol Suramadu jawatimur. (FOTO/Antaranews)

Bukan hal yang tabu di negara lain

Di luar negeri, beberapa negara membolehkan motor masuk tol. Sebut saja Singapura, Malaysia, Australia, Brasil, Kanada, AS. Untuk kasus Amerika Serikat, tidak semua negara bagian memperbolehkan hal tersebut. Belanda, Inggris, Perancis, Turki, Jerman, Rusia, Italia, Hongkong, Filipina dan Jepang juga membolehkan motor masuk tol. Hanya saja, tiap-tiap negara ini memiliki aturan yang berbeda terkait implementasinya.

kabargolkar.com

Motor di Jalan Tol di Malaysia. (kompasiana.com)

Payung hukum tol motor sudah siap

Perihal boleh atau tidak sepeda motor masuk tol, sebenarnya sudah ada payung hukumnya. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2009, atas perubahan PP Nomor 15 Tahun 2005.

Peraturan Pemerintah (PP) No. 44 tahun 2009 tentang Jalan Tol. Dimana bunyi PP Nomor 44 Tahun 2009 itu adalah:

  • Pembangunan infrastruktur yang dibangun pemerintah harus memberikan manfaat sebesar-besarnya dan seadil-adilnya bagi masyarakat.
  • Bahwa pada beberapa daerah di Indonesia sepeda motor merupakan moda transportasi dengan populasi yang cukup besar sehingga perlu diberi kemudahan dalam penggunaan infrastruktur jalan tol dengan memperhitungkan faktor keselamatan dan keamanan.

Pada pasal 38 ayat 1a PP Nomor 44 Tahun 2009 itu menyebutkan, selain untuk penggunaan roda empat, dapat dilengkapi dengan jalur jalan tol khusus bagi kendaraan roda dua yang secara spesifik terpisah dari kendaraan jalan tol roda empat atau lebih.

Landasan PP No 44 tahun 2009 juga mengacu pada UUD Negara Republik Indonesia 1945 pasal 5 ayat (2) dan UU Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan.

 


Berita-berita terkait:


 

Aman

Pengertian aman bila memenuhi pasal 38 ayat 1a PP Nomor 44 Tahun 2009. Yaitu, jalur motor dan mobil dibuat secara terpisah. Selain itu, jalur motor yang searah akan menurunkan potensi kecelakaan. Jadi memang, bila motor masuk tol, perlu jalur khusus dengan pemisah, sebagaimana yang telah disebutkan dalam PP tersebut.

Investor rugi? Nanti dulu

Salah satu alasan penentang wacana motor masuk tol dilihat dari sisi investasi yang tidak feasible. Akan tetapi, menilik jumlah pengguna motor yang sangat besar, hal tersebut seharusnya tidak menjadi masalah. Karena dalam perjalanannya, dana investasi pengadaan jalur khusus motor akan tertutupi dengan volume pengguna yang cukup tinggi pula. Hanya saja, memang diperlukan formula perhitungan yang tepat, agar biaya yang dibebankan kepada pengguna motor tepat guna dan dapat mengundang ketertarikan untuk menggunakan jalur tol motor tersebut. (kabargolkar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *