KABAR DPD KABAR GOLKAR

Tol Pandaan-Malang Solusi Kemacetan, Ini Penjelasan Golkar Jatim

Gerbang tol Pandaan-Malang. [Foto: Tempo]

kabargolkar.com, BATU – Pemerintahan Kota (Pemkot) Batu, Provinsi Jawa Timur (Jatim) harus mengantisipasi jelang tuntasnya pembangunan ruas tol Pandaaan – Malang , khususnya akan berfungsinya pintu tol Singosari yang ada di perempatan Karanglo, Malang.

Antisipasi sangat penting agar wisatawan yang berkunjung ke Batu tidak terjebak kemacetan setelah bisa memacu kendaraan di jalan tol. Kemacetan di Kota Batu yang terjadi di setiap musim libur, bisa jadi akan terjadi setiap hari dan akan lebih besar setelah jalan tol tuntas.

“Kehadiran jalan tol memang menjadi peluang untuk meningkatkan kunjungan ke Batu sebagai distinasi wisata utama di Jatim, namun juga bisa menjadi problem yang serius jika kita gagal mengantisipasi,” kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Batu Didik Mahmud, Rabu (26/12).

Dijelaskan, meski ruas Pandaan – Malang belum sepenuhnya dibuka, namun kini perjalanan dari Surabaya hingga tiba di Perempatan Karanglo, cukup memakan waktu 1,5 Jam. Jika jalan tol sudah tuntas, bisa-bisa Surabaya Malang hanya 1 jam perjalanan.

“Perjalanan akan masing cepat. Bisa dipastikan wisatawan yang akan berkunjung ke Batu akan kian besar jumlahnya. Ini butuh antisipasi serius,” jelas Didik.

Solusi Konkret

Menunut Didik yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Batu ini, untuk mengantisipasi kemacetan yang luar biasa perlu solusi konkret, yakni memaksimalkan jalur alternatif lewat pelebaran jalan dan jembatan.

Melihat besarnya potensi wisata di Batu, Didik juga mengusulkan mulai membuat jalut alternatif baru. Ia juga mengusulkan pembangunan rest area sebelum masuk batu.

“Jadi begitu keluar tol, dan wisatawan menemui jalan macet parah, mereka bisa langsung beristirahat di rest area. Bisa beristirahat atau membeli keperluan sebelum sampai di penginapan baik itu di villa atau hotel. Di rest are ini wisatawan juga bisa makan atau sekedar ke kamar kecil. Intinya, wisatawan harus dibuat nyaman,” katanya.

Untuk mewujudkan solusi konkret ini, kata Didik, perlu ada koordinasi antara pihak Pemkot Batu dengan pemangku kepentingan lainnya, khususnya kepolisian. “Mungkin jalur utama dibuat satu arah.,” katanya.

Belajar dari pengalaman selama ini, Didik mengusulkan agar pembangunan hotel dan tempat wisatawan baru mensyaratkan ketersediaan tenpat parkir yang memadai.

“Selama ini lokasi wisata tidak ditopang tempat parkir yang memadai. Akibatnya, mobil wisatawan parkir di bahu jalan. Ini penyebab kemacetan yang perlu segera diatasi,” katanya. [beritajatim]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *