KABAR DPD KABAR PILEG

Usai Dikepung Banjir, Legislator Ngawi Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Petani

Legislator Golkar Kabupaten Ngawi, Sarjono upayakan mendorong pemerintah lebih serius menangani petani pasca banjir di sejumlah wilayah di Jawa Timur. [foto: siagaindonesia]

kabargolkar.com, NGAWI — Wakil Ketua DPRD Ngawi yang juga Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Ngawi, Sarjono meminta pemerintah lebih serius menangani petani pasca banjir yang melanda wilayahnya selama empat hari.

Sebab, akibat luapan Kali Madiun tersebut merendam 1.016 hektar sawah yang sebagian besar memasuki masa panen dengan usia padi antara 80-85 hari.

“Melalui Disperta Ngawi tentu pemerintah segera memberikan kepastian terhadap nasib petani. Baik itu memberikan bantuan modal atau lainya. Kasihan ribuan petani itu terancam gagal panen jelas padinya membusuk,” ungkap Sarjono, Senin, (11/3).

Jelasnya, dari data Disperta Ngawi tercatat ada 3.746 petani dari 26 desa dan 6 kecamatan mengalami kerugian. Untuk itu Sarjono yang saat ini sebagai caleg petahana dari Partai Golkar nomor urut 01 Dapil 2 Ngawi (Kwadungan, Pangkur, Karangjati, Bringin dan Padas) meminta pemerintah lebih intens lagi mensosialisasikan tentang asuransi pertanian ke petani.

“Saya kira salah satu solusinya iya asuransi pertanian itu kasihan bagi petani yang gagal total panenanya. Dan lainya memastikan harga gabah jangan terlalu anjlok didaerah yang terkena banjir,” bebernya.

Selain itu untuk mengantisipasi banjir harus dituntaskan dengan secepatnya tanggul disepanjang Kali Madiun hingga sampau di titik pertemuan dengan Bengawan Solo. Dengan demikian pemerintah segera mendesak ke Balai Besar Bengawan Solo (BBWS) untuk melanjutkan kembali pembangunan tanggul penahan banjir.

“Akan saya kawal terkait pembangunan tanggul ini. Sebab banjir di Kwadungan dan sekitarnya terjadi setiap tahun. Dan penyebabnya masih sama akibat luapan Kali Madiun,” tuntas Sarjono. [siagaindonesia]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *