KABAR GOLKAR

Walau Dominan, Perolehan Kursi Golkar Kukar Merosot

kabargolkar.com, TENGGARONG – Perolehan kursi anggota legislatif di DPRD Kukar akhirnya menuai titik terang. Melalui berbagai dinamika politik, 45 kursi legislatif akhirnya direbut oleh sepuluh partai politik (parpol). Sidang pleno rekapitulasi suara oleh KPU Kukar berakhir dua hari lalu.

Perolehan suara terbanyak masih diraih Partai Golkar, yaitu 13 kursi. Namun, kursi Golkar itu menyusut dibanding hasil Pileg 2014 yang mendapatkan 19 kursi. Disusul Gerindra, dari lima kursi di periode sebelumnya, kini menjadi tujuh kursi. Begitu juga PDI Perjuangan yang sebelumnya enam kursi, kini memperoleh tujuh kursi.

Adapun PAN memperoleh lima kursi, sama dengan PKB yang merupakan pendatang baru di DPRD Kukar. Berikutnya, PKS dengan perolehan tiga kursi dan NasDem dua kursi. Untuk Partai Hanura, PPP, dan Perindo masing-masing memperoleh satu kursi.

Untuk kursi ketua DPRD Kukar dipastikan masih milik Golkar. Sedangkan Gerindra dan PDI Perjuangan juga masih mendapat jatah wakil ketua DPRD Kukar. Sedangkan PKB dan PAN yang sama-sama memperoleh lima kursi akan bersaing jumlah suara konstituen untuk mengisi kursi wakil ketua yang tersisa.

Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim Safarudin mengatakan, pihaknya memang menargetkan Kukar yang sudah dua periode absen mendudukkan kadernya di DPRD Kukar untuk mendapat satu fraksi. Kepercayaan masyarakat terhadap PKB, kata dia, juga cukup besar lantaran wakil dari dapil Kukar untuk DPRD Kaltim juga berasal dari PKB, yaitu Puji Hartadi.

“Kalau boleh membocorkan strategi kami, yaitu keterbukaan saja. Kami mempersilakan siapa pun tokoh yang ingin berjuang dengan partai kami. Begitu juga susunan caleg di Kukar,”kata dia.

Senada, politikus PKB Siswo Cahyono pun mengklaim bahwa pihaknya telah mendapatkan satu kursi untuk unsur pimpinan. Meski merupakan partai pendatang baru di DPRD Kukar, sejumlah nama caleg terpilih merupakan wajah lama. Artinya, mereka pada periode sebelumnya sudah duduk di DPRD dengan partai berbeda.

Selain dirinya, juga ada nama lain seperti Suyono, Sarpin, Hamdiah dan Puji Hartadi yang sebelumnya menjadi anggota legislatif dari partai yang berbeda.

Siswo pun tak menampik, jika figur struktur partai yang baru di Kukar juga jadi bagian dari strategi partai merebut kursi di DPRD Kukar. “Figur-figur ini ternyata masih diinginkan rakyat untuk kembali duduk di DPRD Kukar. Bahkan Pak Puji kini di DPRD provinsi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKS Kukar Firnadi Ikhsan mengatakan, dari tiga nama, hanya dirinya yang merupakan wajah lama. Untuk dapil hulu yang selalu terdapat wakil dari PKS, kini tak lolos. Namun, dapil Tenggarong kini justru berhasil diraih oleh mantan aparatur sipil negara (ASN) guru yang memilih berkiprah di dunia politik.

“Tapi kali ini kami ada tambahan perwakilan dapil dari Tenggarong. Yaitu mantan guru bernama Saparudin Pabonglean. Ini juga menjadi salah satu target kami,” katanya.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kukar Andi Faisal mengatakan, dinamika di internal Partai Golkar memang jadi salah satu momok. Termasuk sejumlah kader yang dibina dan memilih keluar dari partai. Selain itu, dia menyebut banyak warga yang salah mencoblos, lantaran pilpres bersamaan dengan pileg.

“Target kami sebelumnya memang 15 kursi. Saat ini hanya 13 kursi, tapi menurut kami angka yang masih besar karena jauh dominan dibanding partai lainnya,” ujar Andi Faisal.

Penurunan jumlah kursi Partai Hanura juga ditanggapi Sekretaris DPC Partai Hanura Kukar Sugianto. Dia juga tak menampik jika restrukturisasi parpol di tingkat kabupaten menjadi salah satu pemicu menurunnya jumlah kursi.

Naiknya perolehan kursi Partai Gerindra juga ditanggapi kader pimpinan Prabowo Subianto itu. Alif Turiadi anggota legislatif terpilih dapil 2 Kukar mengatakan, konsolidasi partai dari pusat ke daerah, kata dia, menjadi salah satu kunci meningkatnya jumlah kursi.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bapilu DPC PDI Perjuangan Kukar Didik Agung Wahono. Dia menyebut, saat ini simpatisan PDI-P terus bertambah. Dia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang masih memiliki kepercayaan terhadap partai berlambang banteng bermoncong putih itu. (prokal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *