KABAR DPD KABAR PILEG

Wow, NH Haramkan Keluarga Caleg Golkar Kampanyekan Partai Lain!

Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Halid membuka Rapat Koordinasi (Rakor) pemantapan dapil Pemilu 2019 di Gedung Pemuda Bone, Jl Kawareng, Kecamatan Tanete Riattang, Kamis (1/11/2018).

Kabargolkar.com, BONE – Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid membuat keder pimpinan dan Caleg, Kamis (1/11/2018). Pada rapat koordinasi pemantapan Dapil di Bone itu, dia mengabsensi langsung peserta.

Rakor itu digelar DPD Partai Golkar Bone sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2019. Nurdin Halid turut menghadiri acara yang dihadiri pimpinan kecamatan, pimpinan desa, serta para Caleg Partai Golkar dari seluruh tingkatan tersebut.

Saat diberi kesempatan menyampaikan sambutan, Nurdin Halid mengabsensi langsung 27 Pimcam dan 372 Pimdes. Hasilnya, ada sekitar 70 persen yang hadir.

“(Bagi) yang tidak hadir akan dievaluasi. Kalau tidak mampu lagi memimpin kecamatan dan desa, segera di-Plt-kan. Sikap tegas ini adalah bukti keseriusan Partai Golkar untuk menjadi pemenang dalam Pemilu 2019,” ujar Nurdin Halid.

Nurdin Halid Periksa Caleg Satu Per Satu, Yasir Machmud Bilang Begini

Tak hanya pengurus, Nurdin halid juga mengabsensi para Caleg. Caleg DPR RI yang hadir hanya dua orang, yakni Yasir Machmud dan Andi Nursyam Halid. Tujuh lainnya tidak hadir.

Dua petahana, yakni Syamsul Bachri dan Andi Rio Idris Padjalangi juga tidak hadir. Nurdin bilang keduanya minta izin tidak hadir karena sedang mengikuti rapat di DPR RI. Lima Caleg DPR RI lainnya tidak hadir tanpa konfirmasi.

Sementara Caleg DPRD Sulsel, dari lima orang, dua di antaranya tidak hadir. Caleg DPRD kabupaten hadir 34 orang, 11 tidak hadir.

“Makanya pimpinan partai harus memisahkan para Caleg yang aktif dan tidak aktif. Caleg yang hadir menjadi prioritas bagi seluruh pengurus sampai tingkat desa untuk peduli terhadap mereka dan menjadi catatan bagi yang tidak hadir,” tegas Nurdin.

Mantan ketua umum PSSI itu juga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bedah Dapil untuk menguliti Caleg dan dapilnya. Katanya, perlu dikaji, diteliti, dan dimonitoring pergerakan Partai Golkar.

“Golkar jangan hanya dijadikan sebagai kendaraan untuk menjadi Caleg tetapi kehadiran kita sebagai kader partai harus jadi instrumen pemenangan untuk memajukan partai,” kata mantan calon gubernur Sulsel itu.

“Makanya kalau ada keluarga pimpinan dan pengurus DPD Partai Golkar Bone, kecamatan, dan desa, maka haram baginya untuk mengampanyekan keluarganya dari partai lain. Kalau hal itu terjadi, maka akan kita keluarkan dari pengurus partai,” tegas Nurdin.

Sementara itu, salah seorang Caleg DPR RI yang hadir, Yasir Machmud mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud konsistensi para pengurus Golkar untuk menjaga citra Partai Golkar sebagai partai pemenang di Bone dan Sulsel pada Pemilu 2014.

Yasir Machmud juga menyambut baik sistem tandem Dapil yang diterapkan Partai Golkar. Menurutnya, trik ini membuat para Caleg bersinergi untuk memenangkan Golkar di Sulsel.

Sebelumnya, Sekretaris DPD II Partai Golkar Bone, Firman Batari mengatakan, jajarannya akan mengawal sistem tandem yang diterapkan partai berlambang pohon beringin itu.

Caleg dan seluruh kader, katanya, akan berbuat untuk kebesaran Partai Golkar. Mereka bersedia untuk bergerak ke 372 pelosok kelurahan/desa di Kabupaten Bone.[Rakyatku]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *