KABAR DPD KABAR GOLKAR

Wujudkan Air Bersih, Ridwan Hisjam Serahkan Sumur Bor ke Warga Balesari

Anggota Komisi VII DPR RI yang juga politisi Partai Golkar, Ridwan Hisjam menyampaikan sambutan kepada warga Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) pada acara penyerahan sumur bor untuk air bersih, Selasa (8/1/19). [foto: kabargolkar]

kabargolkar.com, MALANG – Anggota Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisjam menyerahkan sumur bor air bersih sebagai bentuk upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah yang masih mengalami kesulitan air, seperti di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, jawa Timur (Jatim), Selasa (8/1/19).

Ridwan Hisjam, anggota Komisi VII DPR RI Dapil Malang Raya menuturkan, jika Badan Geologi Kementerian ESDM yang salah satu tugas fungsinya di bidang air tanah adalah melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, yaitu penyediaan sarana air bersih melalui pengeboran air tanah dalam di daerah sulit air yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.

“Air merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, baik untuk konsumsi dan kebutuhan hidup lainnya. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri masih banyak daerah di Indonesia yang masih mengalami kesulitan air bersih, baik karena kondisi alam maupun karena terbatasnya kemampuan pendanaan masyarakat untuk memperoleh air,” terang politisi Partai Golkar tersebut usai menyerahkan sumur bor.

Sampai dengan akhir tahun 2018, lanjut Ridwan Hisjam, Badan Geologi Kementerian ESDM telah berhasil membangun sebanyak 2.290 unit sumur bor tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun dan dapat melayani sebanyak kurang lebih 6,6 juta jiwa. Sumur bor tersebut tersebar di 33 provinsi dan 312 kabupaten.

“Untuk di Kabupaten Malang dari tahun 2007-2017 sendiri telah berhasil dibangun sebanyak 13 unit sumur bor dengan kapasitas produksi air bersih minimal mencapai 787.138 m3/tahun dapat memenuhi kebutuhan air bersih minimal sebanyak 35.942 jiwa, dan tahun 2018 dibangun satu lokasi di desa Balesari dengan debit rata-rata 2,3 liter/detik yang dapat,” imbuhnya.

Dia berharap, program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam ini dapat dirasakan efektif dan berhasil membantu mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di daerah sulit air, sehingga pemerintah yang didukung oleh DPR-RI sebagai mitra kerja, terus berupaya meningkatkan anggaran untuk program ini, agar dapat dibangun lebih banyak sumur bor dalam di seluruh wilayah Indonesia yang masih kesulitan air bersih.

“Pada tahun anggaran 2018 ini, Kementerian ESDM menganggarkan sebanyak 550 unit sumur bor yang tersebar di seluruh Indonesia, di antaranya unit sumur bor di lokasi di Kabupaten Malang yang sudah diserah terimakan,” kata Ridwan yang kembali maju dalam Pileg 2019 nomor urut 1 tersebut.

Sementara itu, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Kementerian ESDM, M. Atok Urrahman menjelaskan, terkait biaya yang dibutuhkan untuk membangun sumur bor yakni Rp 450 juta dengan spesifikasi Kedalaman 125 m, Pompa selam 3 PK, Pembangkit Genset 15 KPA, Reservoir (bak penampung) 5000 L, Bangunan Rumah Genset 1 Unit, Debit 2,3 liter/detik, serta kapasitas layanan sumur bor mencapai 3.312 jiwa.

“Mengingat sumur bor ini dibangun dengan anggaran yang cukup besar dan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), kami harap agar sumur tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat,” tutup Atok. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *