KABAR KADER

Yellonomics Menangkap Fenomena Co-Working Space Dan Start-Ups

ilustrasi (freewarespaces.com)

kabargolkar.comJAKARTA – Menjamurnya start-up menjadi fenomena yang menghiasi kehidupan bisnis di zaman milenial ini. Banyak yang mencoba membangun usaha dan bisnis, khususnya generasi muda, dengan menciptakan berbagai jenis start-up untuk menangkap berbagai peluang bisnis yang ada saat ini.

Sebagai bisnis rintisan, biasanya start-up memiliki keterbatasan. Salah satu diantara keterbatasan itu yaitu menyediakan tempat untuk melakukan kegiatan, atau kantor sebagai tempat operasional. Seiring dengan bertumbuhnya berbagai start-up, juga kian menjamur tempat kegiatan yang berjuluk co-working space. Kemunculan co-working space ini salah satunya yaitu untuk menjawab kebutuhan tempat bagi start-up.

Apa sih sebenarnya Co-working space itu?

Co-working space berasal dari bahasa Inggris yang berarti ruang yang digunakan untuk bekerja dimana penggunanya bekerja dengan orang-orang lain dari perusahaan atau organisasi yang berbeda di satu tempat.

Ruang kerja baru tempat menghasilkan karya yang dilakukan dengan bekerja sama baik antar individu maupun perusahaan yang memiliki latar usaha berbeda ini menjadi trend dikalangan pengusaha muda sekarang.

ilustrasi (freewarespaces.com)

Konsep dasar dari co-working space adalah berbagi. Dalam satu ruangan terdapat berbagai individu, komunitas, maupun perusahaan yang saling sharing. Biasanya terdapat satu ruangan terbuka untuk digunakan bersama dan ruangan-ruangan kecil yang dapat disewa per individu atau per komunitas atau perusahaan khususnya start-up company.

Co-working space atau ruang kerja bersama muncul sebagai alternatif dari ruang di gedung perkantoran yang relatif mahal. Kebutuhan atas ruang kerja muncul karena banyak bisnis start-up dan semakin diminatinya freelance job.

Karena kantor sudah disediakan oleh penyedia coworking space maka pengusaha tidak perlu lagi mengeluarkan biaya ekstra untuk menyewa gedung, membeli furniture seperti kursi dan meja, membayar internet pengelolaan kantor (maintenance), ataupun mempekerjakan resepsionis atau keamanan. Pengguna bisa langsung bekerja dan fokus melakukan bisnis.

Sebuah ruang kerja bersama pada umumnya menawarkan fasilitas berupa meja kerja, Wi-Fi, layanan faks, ruang-ruang konferensi dan dapur, dan bahkan beberapa tempat juga menyediakan pengelola administrasi kantor dan sekretaris yang bekerja untuk para anggotanya.

Co-working Space ditawarkan sebagai solusi bagi siapa saja yang ingin bekerja dengan manfaat lebih besar dan biaya yang lebih kecil.

Yellonomics Gelar Diskusi Tentang Co-working Space dan Start-ups

Melihat kian berkembangnya keberadaan Co-working space dan kemunculan Start-ups, sekumpulan anak muda yang berkecimpung dalam pengembangan bisnis generasi milenial yang tergabung dalam Yellonomics berkeinginan untuk membahas fenomena tersebut.

Bertempat di Freeware Coworking Space yang beralamat di Jl. Bangka XII No.4, RT.2/RW.7, Kemang, Yellonomics akan menggelar kegiatan diskusi dengan tajuk “Coworking Space Dan Pengaruhnya Untuk Start Ups”, pada Kamis, 18 Juli 2019 pukul 16.00 sampai dengan selesai. Pembicara yang dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut yaitu:

  • Dito Ariotedjo, Ketua Umum AMPI dan Ketua DPP Golkar Bidang Inovasi Sosial
  • Ferro Ferizka, Tim Ahli Komisi Transformasi Digital Indonesia
  • Fritz Aradhana, CMO Wellspaces Group

Acara diskusi terbatas untuk 20 peserta ini turut menghadirkan Puteri Komarudin sebagai host. (epicentrum)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *