KABAR DPD KABAR KADER KABAR PILEG

ZA Dorong Internal Kader dan Caleg Saling Mendukung

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur (Jatim), Zainuddin Amali. [seriau.com]

Kabargolkar.com, SURABAYA – Meski belum pernah terjadi, namun Partai Golkar Jatim mewaspadai kemungkinan ada kader yang memanfaatkan jabatan struktural untuk menghambat sesama kader yang juga menjadi caleg, misalnya mempersulit administrasi untuk kegiatan sosialisasi.

Mengantisipasi hal itu, Partai Golkar Jatim mengeluarkan instruksi wajib hukumnya memberikan dukungan administrasi bagi semua Caleg Golkar yang ingin melakukan sosialisasi di semua tingkatan, termasuk bertemu dengan kader Partai Golkar di tingkat kecamatan, desa atau kelurahan hingga di tingkat anak tanting.

“Jangan sampai karena punya jabatan strukturan di partai, misalknya menjadi ketua DPD TK II, lantas menghambat caleg lainnya yang mengajukan surat pengantar untuk melakukan sosialisasi atau konsolidasi dengan calon pemilih atau dengan ormas di bawah Partai Golkar. Itu dilarang. Jika ada yang menghambat silakan minta surat pengantar dari DPD Golkar Jatim sekaligus melapor adanya kesulitan itu,” tegas Ketua DPD Partai Golkar Jatim Zainudin Amali, Senin (26/11/2019).

Instruksi itu, lanjut Zainudin Amali, telah disosialisasikan saat pelantikan Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar di tingkat Kabupaten dan Kotamadya se- Jawa Timur. Instruksi itu dibuat setelah mendengar adanya keluhan dari Caleg dari partai lain yang dihambat pengurus partai untuk mendapatkan surat pengantar sosialisasi gegara sesama Caleg DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) yang sama.

Siap Membantu

Dihubungi terpisah, Sekretaris Partai Golkar Jatim Sahat Tua Simanjuntak mngatakan, siap mengamankan instruksi untuk membantu kebutuhan administrasi semua kader Partai Golkar yang mendapatkan hambatan dari pengurus struktural partai.

“Untungnya belum ada kejadian seperti itu. Kalau ada, pasti DPD partai Golkar Jatim akan siap membantu. Tentu juga kami akan meluruskan jika ada caleg yang memanfaatkan jabatannya di Partai Golkar untuk menghambat sosialisasi sesama kader Golkar. Pasti kami jewer,” kata Sahat sembari tertawa.

Dibenarkan, bahwa semua caleg pasti pingin mendapat dukungan pemilih terbanyak. Namun, Sahat menegaskan, dalam persaingan mendapat dukungan itu antar kader tidak boleh menjegal teman satu partai. Justru harus kompak.

“Penggunaan jabatan struktural untuk menghambat caleg satu partai, bukan hanya merugikan partai, tetapi juga merugikan dirinya sendiri. Kalau hanya satu caleg yang bekerja bagaimana suara partai bisa banyak, lebih dari itu, tanpa kerja caleg dan relawan yang lain, bagaimana caleg itu bisa terpilih? Intinya menghambat caleg satu partai itu konyol sekali,” pungkasnya. [beritajatim]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *