Kabargolkar.com - Pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Siak yang digelar Desember 2020, punya arti tersendiri bagi Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Syamsuar.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Golkar Riau, Iksan. Menurutnya pilkada di kabupaten tersebut ikut mempertaruhkan reputasi Syamsuar sebagai Ketua Golkar Riau.
"Bisa dikatakan begitu, mempertaruhkan reputasi beliau. Sebab dia bekas Bupati Kabupaten Siak selama dua periode," jelasnya kepada Gatra.com, Jum'at (12/6).
Ikhsan menyebut, selain pernah menjadi bupati selama dua periode, Syamsuar juga memikul jabatan sebagai Ketua Golkar Kabupaten Siak. "Itu sebabnya, kalau daerah lain menang sementara disana kalah, rasanya agak aneh. Jadi memang harus menang disana," ujarnya.
Adapun Bupati Siak saat ini, Alfedri, merupakan pasangan Syamsuar saat mengikuti Pilkada Kabupaten Siak tahun 2015. Alfedri dilantik menjadi orang nomor satu di Siak seiring keberhasilan Syamsuar menjadi Gubernur Riau pada pemilihan gubernur Riau tahun 2018. Namun, dalam Pilkada Siak tahun 2020, Alfedri berpeluang menjadi lawan Partai Golkar.
Terkait hal tersebut, Iksan mengamininya, meski begitu ia memastikan hubungan antara Syamsuar dengan Alfedri tetap berlanjut. Menurutnya, perubahan arah dukungan dalam pilkada merupakan hal biasa di ranah politik.
Untuk diketahui, keinginan Partai Golkar untuk merebut kursi Bupati Siak, turut dipengaruhi faktor ekonomi yang dimiliki Kabupaten Siak.
Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Riau tahun 2018, luas kebun kelapa sawit di kabupaten ini mencapai 288.362 hektare. Kabupaten ini juga merupakan tempat beroperasinya salah satu perusahaan kayu terbesar di Sumatera, yaitu PT Indah Kiat. Siak juga memiliki dua pelabuhan laut utama yang berperan sebagai pintu logistik di Provinsi Riau. Pun begitu, Siak juga memiliki perusahaan daerah yang begerak di sektor minyak. (Gatra)