Gelar Pendidikan Politik di Hari Pahlawan, Golkar DKI Perketat Prokes
Oleh Bambang Soetiono · · Kabar Daerah
Di sisi lain, DPD Golkar sengaja memulai lagi pendidikan politik bertepatan dengan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2020 ini. Ketua Organizing Committee (OC) Pendidikan Politik Golkar Jakarta, Vito Daryfauzi mengungkapkan, hal itu merupakan cara merefleksikan generasi muda untuk mengenang jasa para pahlawan dengan kegiatan yang sangat bermanfaat.
"Tepat Hari Pahlawan ini, kita memulai kembali pendidikan politik. Kebetulan, materi kita kali ini tentang digital awareness, penting bagi kita sebagai generasi penerus untuk bisa mengikuti arus perubahan yang cepat, dan dunia digital ini sangat cepat berubahnya,” ujar Vito di sela-sela acara.
Sementara itu, Ketua AMPG Jakarta Pusat, Jaya Purnama cukup senang akhirnya pendidikan politik kembali digelar. Selain mendapatkan banyak manfaat, ajang ini juga jadi waktu yang tepat baginya melakukan konsolidasi bersama koleganya untuk mempersiapkan pemilihan Gubernur Jakarta nanti.
"Kita akan memulai pendidikan politik ini untuk mengangkat Bang Zaki sebagai Calon Gubernur Jakarta di Pilkada mendatang," beber Jaya.
Sejatinya rangkaian pendidikan politik ini direncanakan berakhir 13 Oktober 2020 lalu. Hanya saja, usai memasuki edisi kesepuluh, kegiatan tersebut harus dihentikan untuk sementara waktu lantaran pemerintah DKI Jakarta kembali memberlakukan atau dikenal dengan Pemabatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).
DPD Golkar DKI Jakarta pun menepati janjinya dengan kembali menggelar program pendidikan politik yang bakal dihelat sebanyak 20 edisi ini. Mereka direncanakan bakal menyelesaikan sembilan edisi lagi sampai akhir November nanti.
Dalam 20 kali gelarannya, pendidikan politik sendiri rencananya bakal melibatkan 2 ribu peserta, mulai dari kader, pimpinan kecamatan dan kelurahan, ormas sayap partai, masyarakat umum sampai mahasiswa. Mereka akan secara bergantian menjadi peserta dalam kegiatan yang dihelat di Kantor DPD Golkar Jakarta yang ikonik, karena mengusung bangunan modern dan konsep kantor partai ramah publik.
Pendidikan politik ini memang jadi program berkala yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas diri kader Partai Golkar. Tak hanya kader atau ormas sayap partai saja, mereka juga bakal memberikan pendidikan politik kepada masyarakat umum sebagai bentuk tanggung jawab dan menjalankan amanat UUD 1945 Partai Golkar kepada masyarakat.