Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Politisi Partai Golkar Ini Ungkap Harga Pupuk di Petani Tidak Pasti,Pemerintah Didesak Segera Sikapi
  Irman   08 Desember 2021
Politisi Partai Golkar Ini Ungkap Harga Pupuk di Petani Tidak Pasti,Pemerintah Didesak Segera Sikapi

Kabargolkar.com - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel) Heryawandi,
mengomentari berkaitan ketidakpastian harga pupuk bagi petani di Bangka Belitung.

Diketahui, harga pupuk non subsidi dan pestisida kini melambung naik dengan kisaran harga ratusan ribuan rupiah yang dianggap kenaikan ini drastis mencapai 100 persen.

Dengan naiknya harga pupuk ini, membuat para petani mengeluh. Apalagi kenaikan harga ini bisa naik dalam waktu per jam.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Bangka Belitung ini mengatakan saat ini Bangka Belitung dalam posisi sektor pertaniannya sudah bisa mengimbangi sektor pertambangan, sebab nilai jual komoditas petani semakin baik dan bagus.

"Dalam kunjungan kerja Komisi II DPRD Babel ke daerah khususnya di tingkat petani, kami mendapat keluhan bahwa mayoritas petani mengeluh akibat ketidakpastian harga yang terus naik, bahkan naiknya berubah-ubah. Bahkan bisa perjam perhari," ungkap Heryawandi kepada wartawan Selasa (7/12/2021), dalam rilis yang diterima Bangkapos.com.

Selain itu, legislator Daerah Pemilihan Kabupaten Bangka Barat ini mengaku bahwa petani saat ini sedang menghadapi persoalan yang serius dan harus segera diperhatikan. Karena disatu sisi harga komoditas pertanian meningkat, tetapi para petani malah mengeluh diakibatkan harga pupuk.

”Nilai jual petani naik, tetapi sisi lain harga pupuk melambung tinggi. Jadi saya menilai bahwa dengan nilai jual petani yang tinggi ini tenyata belum mampu membawa perubahan yang positif bagi petani. Akibatnya mereka harus menutupi biaya pupuk yang meningkat, yang mungkin belum sebanding dengan nilai jual produk petani itu," lanjutnya.

Disisi lain, Heryawandi membeberkan bahwa ada faktor lain yang membuat harga pupuk melambung tinggi, tetapi dibalik itu harus menjadi evaluasi semua pihak.

Persoalan mendasar dari tingginya nilai jual pupuk ini menurutnya, bukan hanya soal distribusi melainkan juga mengenai produksi yang masih banyak bergantung dengan bahan impor.

Apalagi Bangka Belitung daerah kepulauan yang mungkin dalam proses pengirimannya pun pasti memiliki dampak.

Untuk itu menurut Heryawandi jika Provinsi Bangka Belitung ingin menjadikan pertanian sebagai sektor unggulan mesti ada langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Kita berharap stakeholder dengan hal ini dan pemerintah pusat turut hadir menyelesaikan persoalan ini dan alternatif lain agar petani tidak mengeluh dengan harga pupuk yang mahal maka ini harus jadi perhatian khusus kita. Bagaimana pengembangan pupuk organik yang sudah banyak disosialisasikan oleh banyak pihak harus terus digalakkan dan harus segera direalisasikan," saran Heryawandi.

Tidak hanya itu, Heryawandi menyoroti soal  pendistribusian pupuk subsidi bagi para petani.  Bahwa fakta di lapangan masih banyak distribusi pupuk yang tidak tepat sasaran, sehingga harus dievaluasi agar tepat sasaran.

”Kami berharap kepada pemerintah daerah mendorong pemerintah pusat untuk berupaya memberikan stabilitas harga khususnya komoditas petani di Bangka Belitung, sebab harga pupuk subsidi dan pestisida sudah dilimpahkan oleh pasar tetapi untuk Harga Eceran Terendah (HET) sendiri dapat diatur di pemerintahan pusat,” pinta Politisi Partai Golkar ini.

"Jangan sampai semangat petani yang lagi menggebu-gebu malah dilemahkan dengan harga pupuk yang tidak pasti dan terus naik sehingga tidak ada kepastian harga

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.