Kabar Golkar

9 Tahun Memimpin, TP-Pangeran Jadikan Parepare Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Sulsel

Oleh · · Kabar Daerah

Refleksi 9 tahun kepemimpinan Taufan Pawe. (Foto: Pemko Parepare)
Refleksi 9 tahun kepemimpinan Taufan Pawe. (Foto: Pemko Parepare)

“Inilah bukti bahwa saya mewujudkan industri tanpa cerobong asap melalui industri sepakbola, jadi industri tidak selamanya diartikan cerobong asap,” ujarnya, saat meninjau persiapan Stadion Gelora BJ Habibie (GBH).

Di sektor lainnya, Pemerintah Kota Parepare juga terus berbenah. Di bidang kesehatan Pemerintah Kota Parepare telah melahirkan program layanan kesehatan secara terpadu melalui Layanan Call Center 112, di mana sebanyak 101.904 pelaporan telah dilayani.

Selain itu, Pemerintah Kota Parepare di bawah komando TP-Pangeran terus melakukan penganggaran untuk seluruh warga ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS Kesehatan.

“Di Kota Parepare, seluruh masyarakat telah ter-cover BPJS Kesehatan, sehingga mereka tidak perlu lagi memikirkan persoalan jaminan kesehatan, cukup bekerja sebaik-baiknya,” ucap Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Sebagai pusat layanan kesehatan di utara Sulawesi Selatan, RSUD Andi Makassau dan RS dr. Hasri Ainun Habibie terus dilengkapi dengan alat-alat kesehatan yang modern dan canggih.

Di sektor pendidikan, TP-Pangerang menghadirkan pendidikan gratis yang berdampak pada peningkatan partisipasi sekolah. Program ini disempurnakan dengan program beasiswa bagi siswa kurang mampu berupa pemberian baju seragam, penyediaan transportasi gratis, dan berbagai program penunjang lainnya.

“Alhamdulillah dengan hadirnya program pendidikan gratis, angka harapan lama sekolah penduduk Kota Parepare usia 7 tahun ke atas telah mencapai 14,51 tahun, meningkat dari 2013 yang hanya 13,65 tahun,” ungkap Wali Kota Parepare dua periode tersebut.

Untuk menunjang sektor pendidikan, sekaligus sebagai bentuk pengukuhan Kota Parepare sebagai Kota Habibie, hadir Instittut Tekonologi BJ Habibie (ITH) yang saat ini memiliki 208 mahasiswa.

Sektor lain yang menjadi penunjang perwujudan Kota Industri Tanpa Cerobong Asap adalah sektor pariwisata. Pada tahun ini, Festival Salo Karajae kembali masuk ke dalam daftar 100 event pariwisata Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

“Festival Salo Karajae yang berlangsung selama lima hari telah berhasil menjadi magnet wisatawan untuk hadir di Kota Parepare. Pada catatan panitia, menghasilkan Rp1,9 miliar total transaksi UMKM,” tutur Taufan Pawe. (okezone.com)