Kabar Golkar

Ahmad Doli Serahkan Bantuan Mobil Sosial untuk DPD Partai Golkar Siantar

Oleh · · Kabar Daerah

Credit Photo/ bidiknewstoday.com
Credit Photo/ bidiknewstoday.com

Kabargolkar.com - DPD Partai Golkar Kota Siantar menerima 1 unit mobil sosial dari Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Sabtu (4/3/2023).

Mobil sosial itu diserahkan Ahmad Doli yang juga Wakil Ketua Umum Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar pada Ketua Partai Golkar Siantar, Mangatas Silalahi di Sekretariat, komplek Siantar Water Park, Jalan Rakutta Sembiring, Kecamatan Siantar Martoba.

adir dalam penyerahan mobil sosial itu yakni, Fungsionaris DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara, Sihar Ramli Pardede, anggota DPRD Siantar dari Fraksi Golkar, pengurus DPD dan para Ketua Kecamatan.

Mangatas dalam sambutannya menyampaikan, dengan kunjungan anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut III itu dapat memberikan dorongan dan motivasi memenangkan Partai Golkar di Siantar, juga berkontribusi untuk pencalegan DPR, DPRD Provinsi dan Kota.

“Terkait penyusunan Calon Legislatif (Caleg), kemungkinan di ujung-ujungnya ada yang masuk dan berpeluang menambah kursi Partai Golkar agar menjadi perhatian,” sebutnya didampingi Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Siantar, Dian Anggraini Sitorus.

Wakil Ketua DPRD Siantar ini juga berharap, adanya sistim tandem atau berpasangan dalam pencalegan seperti Caleg DPR RI dengan Caleg DPRD Provinsi maupun DPRD Kota, agar tidak canggung dan harus ada ketegasan.

“Saya juga meminta agar berkoordinasi dengan DPD Partai Golkar Siantar. Jangan ada Caleg yang langsung berhubungan dengan pimpinan Kelurahan-Kelurahan,” tegasnya.

Ahmad Doli mengatakan, awalnya kedatangannya untuk menyerahkan mobil sosial. Namun secara struktur partai, menurutnya, perlu ada perbincangan dengan para pengurus.

“Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dinamikanya semakin tinggi, seperti kemungkinan adanya penundaan. Ini jelas mengganggu konsetrasi para pengurus partai untuk melakukan konsolidasi kemenangan. Belum lagi termasuk sistem Pemilu apakah terbuka atau tertutup,” paparnya.

Dia menilai, itu hal biasa, pasalnya energi yang difokuskan untuk memenangkan partai menjadi terganggu dan harus dihadapi. Menurutnya, agar pengaruhnya tak terlalu besar ada 3 hal yamg harus dipersiapkan.