Kabargolkar.com - Nama Nofel Saleh Hilabi, muncul sebagai salah satu Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bekasi-Depok pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Belum lama ini, Daftar Calon Sementara (DCS) terbaru sudah diumumkan oleh KPU dan Nofel keluar nomor urut 3.
Pengusaha anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu pun optimis bisa meraih simpati masyarakat untuk wilayah Kota Bekasi-Depok, karena dua wilayah itu tidak asing lagi baginya.
"Jika Dapil Kota-Bekasi Depok di identikkan dengan Dapil Neraka, bagi saya malah sebaliknya, Dapil Bekasi-Depok adalah daerah pemilihan surga alias Dapil 'Surga',"ungkap Nofel saat berkunjung ke Pasar Kranji Baru, Bekasi Barat, 23 Agustus 2023.
Dalam kesempatan itu dia pun menegaskan jika dirinya, maju sebagai salah satu calon anggota DPR RI, dengan mengatakan mengusung tiga program prioritas yang akan diperjuangkan di daerah pemilihannya. Ketiga program tersebut meliputi pendidikan, kesehatan dan Ketenagakerjaan.
Menurutnya ketiga program tersebut sangat relevan dengan kondisi yang ada di Kota Bekasi dan Depok. Sehingga semua warga negara bisa mengenyam pendidikan secara gratis baik di sekolah negeri atau swasta.
"Semua warga negara harus mendapatkan pendidikan gratis tidak hanya di sekolah negeri. Tapi swasta juga harus berperan, hal ini membutuhkan dorongan agar pemerintah bisa memberi biaya kepada sekolah swasta agar semua tidak tidak ada ketergantungan lagi di sekolah negeri,"tegasnya.
Kedua adalah soal kesehatan bagaimana masyarakat bisa mendapatkan fasilitas gratis dan harus mendapat pelayanan yang sama tidak ada perbedaan terutama terkait pemberian obat.
"Jangan sampai ada yang pasien miskin dikasih obat generik, sementara yang banyak uang diberi fasilitas obat yang paten,"tukasnya.
Sementara terkait ketenagakerjaan bagaimana menciptakan serapan tenaga kerja lokal lebih dominan. Ini tentunya harus menjadi perhatian dari pengusaha yang berinvestasi di suatu daerah tertentu.
"Jangan sampai warga lokal tidak mendapatkan fasilitas pekerjaan dengan dalih skill. Ini tentunya harus menjadi perhatian daerah bagaiman bisa meningkat skill tenaga kerja lokal melalui pelatihan di BLK dan lainnya,"tukas dia.