Lantas M.Kadafi, dalam kesempatan ini juga mengungkapkan jika dirinya pada saat bergolaknya reformasi dan selaku aktifis adalah orang yang paling getol mendemo Partai Golkar.
"Tetapi saat ini, saya adalah orang yang mencintai Golkar karena setelah saya dalami, ditubuh Partai Golkar bersemi semangat sebagai partai terbuka, tidak ada kepemilikan saham mayoritas, selalu mendorong kadernya untuk meningkatkan kualitas SDM dan demokratis. Kedepan saya berharap di Bali ini terwujud keseimbangan kekuatan sosial politik, sehingga yang dikedepankan adalah adu ide dan gagasan, terwujudnya kontrol sosial politik sehat dan berimbang dan tidak ada mayoritas tunggal sehingga kualitas SDM menjadi syarat utama," tukasnya.
Seperti diketahui pada sesi diskusi direspon dengan berbagai pertanyaan dan pernyataan kritis dari para mahasiswa/i dan berjalan dengan penuh kekerabatan dan kaidah-kaidah ilmiah. Kemudian acara diakhiri dengan penyerahan empat buah buku kajian dan pokok-pokok pikiran Golkar yang disusun berdasarkan webinar, dan forum diskusi grup terkait : strategi pembangunan ekonomi Bali pascacovid-19, pokok-pokok pikiran tentang usulan revisi perda desa adat, usulan revisi UU perimbangan keuangan dan pembinaan petani Bali.