Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Golkar Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi) menjawab, isu dirinya bakal tersingkir dari Pemilu 2024. Alias, disebutkan bakal gagal melenggang ke Senayan oleh lawan politiknya.
Legislator Senayan ini pun langsung membuktikannya, dengan mendeklarasikan Semeton AMP sekaligus konsolidasi pemenangan Pemilu 2024. Sebanyak 778 orang Semeton AMP dikumpulkan di Hotel Voek, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Sabtu (4/11/2023) lalu.
Selain deklarasi dan konsolidasi Semeton AMP untuk pemantapan menuju kemenangan Pemilu 2024, Gus Adhi juga menggelontor beasiswa untuk 425 mahasiswa dari kabupaten dan kota se-Bali. Mereka diberikan beasiswa (bebas uang kuliah,red) plus uang saku dengan besaran Rp 800.000 per orang, per bulan selama 4 tahun.
“Saya nggak ngegas sih. Kita hanya mau menunjukkan bahwa sebagai kader partai yang diberikan amanah maju menjadi Caleg DPR RI di dapil Bali, kita punya komitmen untuk berjuang sungguh-sungguh demi kemenangan Golkar di Pemilu 2024,” ujar Gus Adhi dalam keterangan persnya, Rabu (8/11/2023).
Anggota Komisi II DPR ini mengungkapkan, dirinya melantik sebanyak 778 orang Semeton AMP, dengan masing-masing koordinatornya di setiap kecamatan. Menariknya, para Semeton AMP ini bukan dari kalangan kader Golkar, tetapi berbagai elemen masyarakat dan non partisan.
“Kita punya 778 anggota di seluruh Bali. Masing-masing kecamatan ada koordinatornya. Ini bukan diambil dari kader Golkar,” tegas Gus Adhi.
Sementara untuk beasiswa, Gus Adhi mencairkan dana pendidikan tersebut kepada 425 orang mahasiswa. “Tahun depan saya berikan beasiswa untuk 200 orang lagi. Kita sudah siapkan verifikasinya, mudah-mudahan bisa kita realisasikan tahun depan (2024,red) untuk yang 200 orang lagi,” tegas politisi asal Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung ini
Gus Adhi mengakui, dalam kontestasi Pemilu 2024, persaingan secara terbuka antar caleg sudah mulai terlihat. Baik dalam internal partai politik maupun caleg lintas parpol. Manuvernya pun berbeda-beda. “Bagi saya, diisukan (terlempar dari Senayan,red) bukan hal baru. Udah lama cara itu, tetapi kita anggap angin lalu saja. Saya prinsipnya jalan terus,” tutupnya.