Kabar Golkar

Ketua DPD Golkar Kota Tomohon Apresiasi Ketangguhan Dan Kecerdasan Warga Dalam Bersikap

Oleh · · Kabar Daerah

Gredit Photo / Tribunnews
Gredit Photo / Tribunnews

Kabargolkar.com - Tekanan untuk memilih partai atau Calon Anggota Legislatif (Caleg) tertentu di Pemilu 2024 oleh ‘penguasa’ di Kota Tomohon diyakini tak akan memengaruhi masyarakat karena mereka sudah cerdas mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Tomohon Ir Miky Junita Linda Wenur MAP (MJLW) kepada wartawan saat dimintai tanggapan soal tekanan-tekanan yang dilakukan terhadap masyarakat, ASN, tenaga kontrak, maupun perangkat, Linmas, kader kesehatan, penerima bantuan sosial, dan lainnya yang dibiayai APBD.

”Saya kira, masyarakat sudah cerdas dan mampu membedakan mana yang harus dilakukan. Kalau ditekan-tekan seperti yang terjadi saat ini, sepertinya tidak akan mempan bagi mereka yang sudah cerdas. Ini juga peringatan bagi mereka yang masih ragu. Jangan takut. Jika ada yang janggal atau ameh-aneh, silakan lapor. Kalau soal Pemilu, lapor kepada Bawaslu. Kalau soal bantuan, beritahukan kepada kami sebagai anggota DPRD,” tegas Srikandi Beringin Kota Tomohon itu dalam keterangannya seperti yang kami kutip dari laman radarsulut, Senin 15 Januari 2024.

Pantauan di lapangan, tekanan dan pemaksaan untuk memilih partai dan caleg tertentu semakin masiv dilakukan.

Ancaman mutasi bagi ASN, pemecatan bagi tenaga kontrak, pemberhentian bagi perangkat, linmas, kader kesehatan dan pemberhentian bantuan sosial bagi penerima makin gencar dilakukan. Malahan secara terang-terangan oleh para pejabat.

”Masa kami ASN disuruh oasang bendera atau atribut partai tertentu. Bagaimana mau disebut netral kalau seperti itu,” aku sejumlah ASN yang mewanti-wanti namanya tidak dipublikasikan. Ada yang akhirnya memasang bendera karena takut dimutasi, ada juga yang bersikeras tidak mengikuti ‘perintah’.

Menyikapi hal tersebut, MJLW mengapresiasi kepada mereka yang memilih tak mengikuti kemauan ‘penguasa’.

”Saya merasa haru, bangga, dan apresiasi atas kecerdasan dan ketangguhan masyarakat Kota Tomohon yang dapat menilai mana yang baik dan benar. Sejak awal Tomohon dikenal sebagai kota relegius dan pendidikan, sehingga rakyatnya saling menghargai dan menolong bukan menindas apalagi mengambil hak-hak orang,” kata Caleg Partai Golkar untuk DPRD Sulut Nomor Urut 2 Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa-Tomohon.

Tag: Kader Partai Golkar