kabargolkar.com, PALANGKA RAYA - Kepengurusan Partai Golkar Kalteng periode 2020-2025, diprediksi bakal banyak diisi orang-orang baru dan energik serta mau bekerja untuk kebesaran partai. Sebab, Golkar Kalteng targetkan untuk menjadi partai yang besar dan pemenang di Kalteng.
Kepengurusan Golkar Kalteng periode 2020-2025, saat ini masih disusun oleh tim formatur yang telah diaepakati dalam musyawarah daerah (Musda). Kepengurusan tersebut ditargetkan rampung satu bulan kedepan oleh Ketua DPD Golkar terpilih H Ruslan AS dibantu 4 formatur lainnya, yakni Waketum DPP Golkar Roem Kono, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Bupati Pulang Pisau Eddy Pratowo, dan Ketua KPPG Kalteng Retno Insyiah.
"Jelas akan ada perombakan, karena banyak saran dan masukan untuk mengakomodir oarang-orang yang berpotensi di luar. Dan juga sesuai hasil evaluasi kepengurusan 2015-2020," kata Sekretaris DPD Golkar Kalteng demisioner terpilih Suhartono Firdaus.
Dia mengatakan, kepengurusan yang baru nantinya memang benar-benar dipercayakan kepada kader dan simpatisan yang siap berjuang bersama untuk kemajuan Golkar dan Kalteng. Selain itu, pendidikan dan senioritas tidak menjadi yang utama dalam penetapan pengurus.
Namun, dedikasi dan kinerja yang menjadi hal utama. "Semua catatan dan hasil evaluasi ada dengan pak ketua. Jadi penetapan pengurus tidak berdasarkan senioritas ataupun pendidikan, karena menjadi percuma jika pendidikan tinggi dan senior jika tidak mampu melaksanakan tugas yang dipercayakan, maka menimbulkan persoalan dalam internal partai," ucapnya.
Walau tidak masuk dalam tim formatur, tetapi Suhartono Firdaus mengaku diminta untuk memberikan pertimbangan terhadap kepengurusan yang akan dibentuk. Selain itu, penyusunan juga akan dipercepat.
Pasalnya, sesuai amanat musda, 3 bulan setelah musda harus dilakukan Musda kabupten/kota. "Jadi kita juga harus mempersiapkan hal tersebut. Dan tentu harus menugaskan pengurus baru nantinya untuk ke daerah dalam mempersiapkan musda tingkat kabupaten/kota," ujarnya.
Kepengurusan Golkar periode 2020-2025 juga akan dituntut dapat memperkuat konsolidasi organisasi partai. Kemudian, Golkar Kalteng juga minimal dapat mempertahankan atau meningkatkan prestasi sebagai DPD terbaik 11 se Indonesia.
"Dulu kita rangking 27 dan alhamdulillah periode 2015-2020 menjadi 11 terbaik se Indonesia. Kita berharap ini dapat ditingkatkan lagi pada periode 2020-2025. Karena itu, kedepan konsolidasi yang akan diperkuat, baik internal maupun struktural di kabupaten hingga desa," pungkasnya. (arj/nto)