kabargolkar.com, JAKARTA - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, penanganan pandemi Covid-19 yang tepat menjadi bagian penting dalam mendorong investasi. Adanya penurunan konsumsi saat kasus aktif naik seringkali membuat investor menimbang kembali investasinya atau wait and see. Namun apabila Covid-19 dapat ditangani dengan baik, Luhut meyakini investor akan berinvestasi di Indonesia.
“Dalam menarik investor ke depan, kondisi Covid-19 ini perlu menjadi acuan, sehingga mereka yakin kita menangani dengan baik,” kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Investor Daily Summit 2021 hari ke-2, Rabu (14/7/2021).
Luhut mengungkapkan, di industri-industri strategis yang ada di Indonesia bagian timur, sejauh ini belum ada penurunan minat investasi.
“Penanaman modal terhadap target 2021 masih mencapai 24,50%, dan realisasi penanaman modal asing tercatat 23,8%, sedangkan penanaman modal dalam negeri 25,1% (per kuartal I 2021). Saya kira ini masih cukup bagus untuk mendorong investasi di Indonesia,” ungkapnya.
Dikatakan Luhut, pemerintah juga telah menyiapkan beberapa kawasan industri strategis seperti kawasan Morowali Utara, Pulau Obi, hingga Tanah Kuning yang banyak bergerak di bidang hilirisasi mineral. Melalui penyiapan berbagai kawasan industri, pemerintah ingin menyampaikan bahwa Indonesia telah siap menyambut investor dalam dan luar negeri dalam keadaan bagaimanapun.
“Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, bebas bea masuk impor barang mesin dan perlengkapan. Sedangkan untuk insentif non fiskal, pemerintah juga menyiapkan insentif berupa pembangunan dan pengelolaan sumber listrik secara mandiri, bantuan pembangunan infrastruktur dan perizinan melalui sistem one door, one stop service,” ujarnya.
Diakui Luhut, selama ini memang banyak investor yang ragu berinvestasi di Indonesia karena proses perizinan yang lama dan berbelit-belit. Untuk itu pemerintah telah mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja dan aturan turunannya untuk menjawab berbagai masalah yang selama ini dihadapi saat ingin berinvestasi di Indonesia.