27 September 2021
Menperin AGK Ungkap Produk Rapid Test Domestik Sudah Diakui Pasar Global
  Bambang Soetiono
  14 September 2021
  • Share :
Ilustrasi: Hasil tes rapid antigen. (Photo: Lombok Post)

kabargolkar.com, JAKARTA - Industri alat kesehatan di tanah air memperlihatkan daya saing hingga kancah global. Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada PT Taishan Alkes Indonesia yang dapat menembus pasar ekspor ke Thailand dan Irlandia. Hal itu menunjukkan bahwa dari sisi quality, cost, dan delivery product, Indonesia dapat bersaing di pasar internasional.

“Harga produk kita sangat kompetitif di pasar domestik jika dibandingkan dengan produk impor. Ini membawa nilai tambah tersendiri bagi konsumen,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip Senin (13/9/2021).

Menperin berharap, kegiatan ekspor itu menjadi awal yang baik bagi industri alat kesehatan dalam negeri untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara. “Kami optimistis bahwa anak-anak bangsa kita bisa mewujudkannya,” tuturnya.

Agus membeberkan, PT Taishan Alkes Indonesia telah menanamkan investasinya di bidang alat kesehatan untuk menghasilkan produk antigen rapid test cassette dengan kapasitas produksi sebesar 1,2 juta pieces per hari. Pabrik alkes itu menyerap tenaga kerja hingga seribu orang.

“Jadi, dari investasi dan serapan tenaga kerjanya, sektor ini memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional. Kami terus memacu perusahaan ini untuk ekspansi sehingga mendorong substitusi impor,” katanya.

Produk rapid test swab antigen PT Taishan Alkes Indonesia telah mendapatkan izin edar alat kesehatan dalam negeri (AKD) dari Kementerian Kesehatan. “Dan, tidak kalah pentingnya telah tersertifikasi CE Mark yang akan mendukung dalam kegiatan ekspor ke pasar Eropa,” beber Agus.

Sementara itu, Direktur Utama PT Taishan Alkes Indonesia Eko Sihombing menjelaskan, pihaknya ingin memberikan produk yang berkualitas sesuai standar dan kompetitif. “Hal itu guna mendukung program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam negeri sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19,” ujarnya.

Pemerintah tengah mendorong kemandirian dalam bidang kesehatan dengan langkah strategis. Antara lain, pelaksanaan kebijakan substitusi impor 35 persen pada 2022. Salah satunya didukung melalui program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Bukan hanya Indonesia yang sedang menggenjot industri kesehatan. Malaysia pun sedang berusaha untuk kembali menarik pasien asing meski mendapatkan hambatan. CEO Malaysia Healthcare Travel Council Mohd Daud Mohd Arif mengatakan, pihaknya ingin kembali menggalakkan layanan kesehatan bagi pasien dari Indonesia.

Menurut dia, penduduk Indonesia merupakan salah satu pasar industri kesehatan di Malaysia. Pada 2019 lalu, sebanyak 1,3 juta jiwa penduduk Indonesia datang ke negeri jiran untuk berobat. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, dan kota besar lainnya.

“Kebanyakan memang datang dari penduduk Sumatera karena lokasi mereka yang paling dekat,” ujarnya.

Direktur Indonesia Market Malaysia Healthcare Travel Council Farah Delah menambahkan, upaya menarik kembali pasien Indonesia memang penuh dengan tantangan. Sebab, penerbangan komersial sangat terbatas.

Pasien dari Sumatera yang biasanya tinggal terbang dari Medan ke Penang saat ini harus singgah ke Jakarta, lalu ke Kuala Lumpur. Meski demikian, Farah yakin, cepat atau lambat arus pasien dari Indonesia bakal kembali.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.