Kabar Golkar

Hadapi Dampak Depresiasi Rupiah, Menperin Optimalkan Penyerapan Produk Manufaktur Domestik

Oleh · · Kabar Kabinet

Hadapi Dampak Depresiasi Rupiah, Menperin Optimalkan Penyerapan Produk Manufaktur Domestik
Hadapi Dampak Depresiasi Rupiah, Menperin Optimalkan Penyerapan Produk Manufaktur Domestik

Kemenperin mendorong realisasi komitmen belanja Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah maupun BUMN tahun 2023 sebesar Rp1.157,47 Triliun. Saat ini, rata-rata realisasi anggaran nasional mencapai 66,78% (per 23 Oktober 2023).

Untuk mendukung hal ini, Kemenperin melakukan berbagai terobosan, misalnya digitalisasi proses sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini untuk mendukung penggunaan produk dalam negeri secara merata dan optimal di seluruh kalangan Masyarakat. “Dengan percepatan proses sertifikasi TKDN, termasuk juga bagi industri kecil dengan menerapkan self-assessment, kami ingin agar produk dalam negeri dapat makin cepat terserap dalam program pengadaan barang dan jasa,” tegas Agus.

Langkah selanjutnya adalah melalui pemberlakuan larangan dan pembatasan (lartas) impor terhadap kelompok-kelompok barang tertentu. Tujuan penerapan aturan tersebut adalah untuk memberikan keadilan bagi barang-barang produksi dalam negeri.  Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto menegaskan, aturan lartas tidak semata-mata bertujuan untuk melarang impor, namun untuk mengontrol volume barang serta memastikan kejelasan status barang yang masuk. Eko menginformasikan bahwa aturan tersebut diperkirakan selesai pada minggu ini.

Penyelenggaraan Pemilu pada awal 2024 juga diprediksi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Bagi sektor industri, perhelatan demokrasi ini diharapkan mampu meningkatkan permintaan terhadap produk makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, percetakan, maupun produk-produk lainnya terkait logistik Pemilu.

Pada triwulan II – 2023 lalu, ekonomi Indonesia tetap tumbuh tinggi di tengah perlambatan ekonomi global. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2023 tercatat sebesar 5,17% (y-on-y), meningkat dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (y-on-y). Industri pengolahan masih menjadi leading sector ekonomi Indonesia pada triwulan II 2023 dengan pertumbuhan sebesar 4,88% (y-on-y). Pertumbuhan industri pengolahan ditopang oleh masih kuatnya permintaan domestik dan global.

Tag: golkar