Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Jaga Pasokan BBM, Bahlil Minta Subsidi Tak Dinikmati Masyarakat Mampu
  Muzaki   21 September 2026
Menteri ESDM Bahlil usai mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, (17/9). Foto: ANTARA

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah terus menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM subsidi, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah, kata dia, akan memastikan stok BBM tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami, pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM subsidi," ujar Menteri ESDM Bahlil dalam keterangannya usai mengikuti Rapat Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, (17/9/26)

Di sisi lain, Bahlil menekankan pentingnya memastikan penyaluran subsidi energi tepat sasaran. Menurutnya, BBM subsidi harus dapat dinikmati oleh masyarakat yang memang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.

Ia juga menyoroti adanya perubahan pola konsumsi, yakni peralihan sebagian masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika terdapat masyarakat yang secara ekonomi memiliki kemampuan untuk menggunakan BBM nonsubsidi.

"Persoalan shifting dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga. Janganlah kita pakai BBM subsidi," kata Bahlil.

Bahlil menegaskan bahwa keberadaan BBM subsidi ditujukan untuk membantu masyarakat yang berhak memperoleh dukungan pemerintah. Karena itu, penggunaan BBM subsidi oleh kelompok yang sebenarnya mampu membeli BBM nonsubsidi dinilai perlu dihindari agar manfaat subsidi dapat diterima secara lebih tepat.

Terkait kemungkinan adanya penguatan regulasi untuk mengatur penggunaan BBM subsidi, Bahlil mengatakan pemerintah masih akan mengkaji opsi tersebut. Ia menjelaskan bahwa perubahan maupun penyusunan regulasi membutuhkan tahapan dan proses yang harus dilakukan.

"Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi, kan saya harus ngomongin dulu, kalau regulasi itu butuh proses. Tapi, imbauan ini penting," ujarnya.

Sambil menunggu kemungkinan perubahan kebijakan atau regulasi, Bahlil mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik untuk memberikan kesempatan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi.

"Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, pakai hatilah. Ya memang saya harus ngomong begini karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi, berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka. Jangan yang mampu yang mengambilnya," tuturnya.

Bahlil menegaskan pemerintah akan terus memastikan ketersediaan BBM sekaligus melakukan pembenahan dalam mekanisme penyaluran subsidi. Langkah tersebut dilakukan agar pasokan tetap terjaga dan manfaat subsidi dapat diterima secara lebih tepat oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dengan demikian, kebijakan subsidi energi diharapkan dapat memberikan manfaat secara adil sekaligus menjaga keberlanjutan dukungan pemerintah bagi kelompok masyarakat yang menjadi sasaran penerima subsidi.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.