Kabar Golkar

Menperin AGK Pastikan Impor Bahan Baku China Tetap Berjalan

Oleh · · Kabar Kabinet

Ilustrasi: Tumpukan peti barang ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar)
Ilustrasi: Tumpukan peti barang ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, tidak hanya impor dari cina saja yang besar ke Indonesia, melainkan juga sebaliknya. Ekspor Indonesia ke Cina juga besar dalam sektor industri manufaktur.

"Jadi produk-produk Indonesia yang diekspor ke Cina itu juga besar. Untuk itu harus dikalkulasi secara tepat, secara komprehensif, kemampuan serapan dari produk-produk Indonesia yang selama ini sebelum terjadinya virus corona yang masih bisa kita ekspor ke Cina," ujarnya.

Karena menurutnya, pertimbangan tersebut sangat penting, dengan melihat kemampuan belanja dari masyarakat Cina sendiri.

Permintaan Ekspor ke China Menurun

Menurut Agus, hal itu menimbulkan asumsi bahwa permintaan dari Cina menurun terkait produk Indonesia. "Nah itu kita harus secara agresif mencari pasar-pasar non konvensional lainnya, seperti pasar di Afrika, Amerika Latin, masih sebetulnya terbuka, nantinya produk-produk Indonesia di ekpor ke sana," katanya.

Menyikapi dampak virus Corona terhadap industri, Menteri Agus menegaskan kembali jangan menilai bahwa impor bukan sesuatu yang salah. Selama bahan baku impor belum sanggup diproduksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan industri, impor tetap dilakukan.

"Selama bahan baku impor ini belum diproduksi di Indonesia, tentu mau tidak mau kita harus impor. Itu untuk mencari solusinya agar industri tidak berhenti beroperasi, atau tidak mengurangi kapasitas produksi mereka tentu harus ada opsi-opsi untuk mencari bahan baku- bahan baku lain di luar dari Cina," pungkasnya. (*)