Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Menperin AGK Sebut Wabah Corona Bisa Kerek Harga Baja Impor China
  Bambang Soetiono   13 Februari 2020
Ilustrasi: Petugas beraktivitas di pabrik pembuatan baja Kawasan Industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

kabargolkar.com, JAKARTA - Wabah virus corona sudah sebulan lebih telah menyebar Tiongkok. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, kondisi ini berpotensi menyebabkan harga produk baja impor Negeri Panda lebih mahal. 

Namun menurutnya, kenaikan harga baja bukan dikarenakan ada kelangkaan atau tersendatnya pasokan bahan baku. Sebab, bahan baku tetap dibutuhkan oleh industri. Tanpa impor bahan baku tersebut, Agus khawatir pertumbuhan industri besi dan baja justru terganggu. 

“Kalau impornya turun, industri utilisasinya akan turun lagi,” kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2). 

Mantan Menteri Sosial ini menilai harga produk baja yang diimpor dari Tiongkok tersebut akan lebih mahal. Alasannya, banyak pegawai administrator di Negeri Panda yang tidak dapat bekerja akibat wabah virus corona. Para pegawai tersebut biasanya mengurusi pencatatan bebas bea masuk impor baja dari Tiongkok ke Indonesia, sebagai bagian dari fasilitas kerja sama perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China. 

Tanpa adanya petugas tadi, maka pencatatan untuk bebas bea masuk impor baja berdasarkan FTA Asean-China tak dapat dilakukan. Alhasil, impor produk baja dari Tiongkok ke Indonesia akan dikenakan tarif bea masuk normal. “Jadi harga yang diterima oleh industri itu adalah harga normal, bukan harga yang berkaitan dengan FTA Asean-China,” kata Agus. 

Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor besi dan baja sepanjang 2019 mencapai US$ 10,39 miliar atau sekitar Rp 753 triliun. Realisasi impor baja meningkat 1,42% dibanding tahun sebelumnya US$ 10,25 miliar. Dari jumlah tersebut, Agus menyebut impor besi dan baja dari Tiongkok masih mendominasi. Meski demikian, politisi Golkar tersebut enggan memberikan penjelasan secara detil terkait hal ini.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.