Kabargolkar.com - Josian Kakisina seorang warga Kaibobo, Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku mengisahkan perjuangan Adik Sepupunya saat akan mempersiapkan ujian sidang Skripsi secara daring (Online) yang harus menuju ketinggian di sebuah Bukit di Kampungnya tersebut. Kisah ini diceritakan oleh Josian dalam sebuah unggahan media sosialnya, Senin(13/7/2020)
.
"Salah satu kasus di beta punya kampung Desa Kaibobo, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat. Beta adek sepupu yang mau ujian skripsi harus naik ke puncak gunung biar ujang deng panas toma saja cuma par dapa sinyal untuk ujian skripsi secara online," tulis Josian.
Dalam keterangannya kepada Kabargolkar.com, Ia menjelaskan, perihal foto yang ada di Facebook itu merupakan sepupunya, Megi Seipatiratu. Foto itu diambil pada 2 Juni 2020. Pada saat itu, Megi habis menjalani sidang tugas akhir secara online di sebuah bukit yang berjarak 4 kilometer dari kampungnya Kaibobo, Seram Bagian Barat.
"2 Juni 2020, sepupu saya ujian skripsi di salah satu politeknik kesehatan di Ambon. Saya terharu sekaligus sedih naik gunung dengan baju untuk ujian," ujar Josian, Jumat (17/7/2020).
Ia menambahkan, jaringan internet di kampungnya memang tak ada. Selama pandemi COVID-19, pelajar harus naik ke atas bukit untuk mengikuti pembelajaran secara online.
"Siswa dan mahasiswa naik ke puncak gunung sekitar 3-4 kilometer dari kampung. Sampai daratan tinggi melewati jurang, lembah, untuk mendapatkan jaringan telekomunikasi," tambahnya.
Josian mengatakan, proses sidang tugas akhir Megi berlangsung selama dua jam. Mulai dari presentasi, tanya jawab, hingga masukan untuk perbaikan. Bahkan, penguji dari pihak kampus mengetahui jika Megi harus naik gunung untuk melakukan sidang online.
"Diadang panas, kepentingan diprioritaskan. Di atas gunung juga tak ada tempat berlindung, hanya di bawah pohon," ungkap wakil sekretaris DPD AMPI Maluku tersebut.
Ia menambahkan, semenjak adanya corona, Megi memilih pulang kampung dari Ambon ke Kaibobo. Selain kondisi kesehatan, faktor ekonomi juga menjadi pertimbangan. Oleh karena itu, mau tak mau, Megi harus naik ke atas bukit untuk kuliah dan melakukan bimbingan Online.
Selama ini, Megi kerap cerita soal proses kuliahnya kepada Josian yang saat ini berada di Ambon. Josian juga tengah menyelesaikan studinya di sebuah universitas di Ambon.
"Kalau Meginya di kampung, tidak ada sinyal, kecuali mereka atau keluarga naik ke gunung. Baru ada jaringan," pungkas Josian Kakisina yang merupakan Kader Partai Golkar DPD 1 Maluku Bidang Hubungan Antar Lembaga.