Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Mencari Sosok Ketua Golkar Sulsel Pengganti NH
  Bambang Soetiono   13 Maret 2020
Nurdin Halid (Foto: IDN Times/Aan Pranata)

kabargolkar.com, MAKASSAR – Permintaan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, agar Nurdin Halid kembali berkiprah penuh di pusat memantik dinamika politik baru di Sulsel. Jabatan Ketua DPD I Golkar yang akan ditinggal NH memunculkan sejumlah figur calon pengganti. Di antaranya Taufan Pawe, Kaswadi Razak, Fahsar Padjalangi, Rusdin Abdullah, serta Supriansa.

Kader senior Golkar, Muhammad Yasir merunut sejumlah kriteria ketua ideal yang dibutuhkan Golkar bisa bertahan sebagai yang terbesar di Sulsel. “Tidak boleh main-main memilih ketua yang baru. Ini demi masa depan Golkar Sulsel,” kata mantan pengurus harian DPP Golkar era Aburizal Bakrie ini, di Jakarta, Rabu 11 Maret 2019.

Kriteria pertama, jelas karya dan pengabdiannya pada Golkar. “Kalau hanya mengukur bahwa dia pernah menjabat ketua DPD II, sama sekali itu tidak cukup. Yang harus diukur bagaimana Golkar di daerahnya sejak di tangannya,” kata Yasir.

Golkar Bone di tangan Fahsar Padjalangi mencatat sejarah kemunduran terburuk. Kursi DPRD Sulsel dapil Bone, dari tiga anjlok sisa satu. Lebih buruk lagi di DPRD Bone, sebelumnya mengantongi 15 kursi, lalu kehilangan 6 kursi menjadi 9. Realitas ini menunjukkan salah kelola. Apalagi, sebagai bupati, Fahsar dibantu wakil bupati juga orang Golkar.

Kaswadi Razak, Ketua Golkar sekaligus Bupati Soppeng justru paling mentereng terkait kontribusi pada pileg 2019 lalu. Golkar meraih 42 persen suara setara 12 dari total 30 kursi. Pileg 2014 Golkar hanya mengantongi 7 suara saja.

Di tangan wali kota Parepare, Taufan Pawe, Golkar juga cukup berkibar. Dua periode berturut mempertahankan kursi ketua DPRD. “Jejak rekam karya ini paling penting menjadi alat ukur utama. Karya itulah jawaban apakah dia hanya memperalat Golkar semata untuk kepentingan pribadi atau sebaliknya. Untuk menguatkan itu, butuh kriteria penunjang lain, seperti sudah lama san mengakar di Golkar, siap berkorban untuk partai,” tegasnya.

Dua figur lain yang juga mencuat adalah Rusdin Abdullah dan Supriansa. Rudal fungsionaris senior Golkar yang dikenal royal dan loyal pada partai. Namun tidak begitu mengakar. Sementara Supriansa, terbilang kader baru Golkar. Sukses menembus DPR RI berselancar di atas kesuksesan Kaswadi Razak mendulang suara Golkar di Soppeng.

“Sulit mendapat ketua DPD I selevel NH, tapi minimal kita memilih yang memiliki kriteria ideal itu,” pungkas Yasir.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.