Ziarah Ke Makam Pendiri, Sang Pencetus Doktrin Karyawanisme “Manusia Tridimensionalâ€
Oleh Nyoman Suardhika · · Kabar Karya Kekaryaan
Musyawarah Besar I BKP-PKPN, itu menetapkan keputusan strategis:
(1) Penetapan Nama Sentral Organisasi Karyawan Sosialis Indonesia (SOKSI), sebagai pengganti Badan Koordinasi Pusat Persatuan Karyawan Perusahaan Negara (BKPPKPN);
(2) Restu Bung Karno terhadap keberadaan dan misi SOKSI;
(3) Strategi Bung Karno terhadap keberadaan dan misi SOKSI;
(4). Memilih dan menetapkan Suhardiman sebagai Ketua Umum dan sekaligus Kuasa Penuh Nasional (Kupenas) SOKSI;
(5) Perluasan basis SOKSI yang menjangkau seluruh sektor kehidupan di seluruh wilayah Indonesia, yakni pemuda, pelajar, mahasiswa, cendikiawan, buruh, tani, wanita dan seterusnya.
Sejak 1962 tersebut, berbagai organisasi sayap dibentuk pula oleh SOKSI dengan mengambil nama “kontra” underbownya PKI seperti LEKRI vs LEKRA, GERWASI vs GERWANI, RTI vs BTI, PELMASI, dstnya.
Kemudian, 23 Maret 1963, dilahirkan Doktrin Perjuangan SOKSI yaitu, Karyawanisme sebagai ajaran yang diyakini kebenarannya dalam melaksanakan perjuangan SOKSI. Semula disebut Manifesto Karyawan, dan pada 1968 menjadi Doktrin Karyawanisme.
SOKSI bukan lahir sebagai organisasi kekuatan sosial politik, tetapi sebagai organisasi kemasyarakatan yang berorientasi pada karya dan kekaryaan. Sebagai organisasi perjuangan dan gerakan yang memiliki wawasan ideologi, dan misi politik berupa Lima Komitmen Strategis.
Komitmen-komitmen tersebut adalah bersifat abadi, dan senantiasa melahirkan ide, fikiran, gagasan dan konsep baru demi terwujudnya pemahaman terhadap pola dan sistem kehidupan masyarakat, bangsa dan negara di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya. Arah dan tujuannya adalah Masyarakat Sosialis Pancasila, atau masyarakat sejahtera lahiriyah dan bathiniyah.
Inilah hakekat jati diri SOKSI yang tak pernah tergoyahkan oleh rintangan dan tantangan yang menghadang. Bahwa dengan Ide Dasar Manusia Karya Swadiri, dan jati diri SOKSI inilah yang mewarnai Doktrin Perjuangan Karyawanisme sebagai pengaman dan pengamalan Pancasila. Bahwa sejak awal kelahirannya di tahun 60-an, SOKSI telah berjuang habis-habisan melawan Partai Komunis Indonesia dengan ideologi komunisnya sampai terkuburnya Partai Komunis Indonesia setelah pemberontakan G 30 S/PKI, gagal tahun 1965.