Airlangga: Satkar Ulama Harus Mampu Menghimpun dan Menggalang Aspirasi Para Ulama
Oleh Nyoman Suardhika · · Kabar Karya Kekaryaan
Dalam bahasa Arab disebut wasathiyah. Partai moderat, tidak berideologi kiri maupun kanan.
“Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, disebutkan, “Sebaik-baiknya urusan adalah yang pertengahan”. Tidak ekstrem kiri dan bukan ekstrem kanan,” ucap Ketum Partai Golkar.
Airlangga menyatakan, Partai Golkar merupakan partai berideologi karya kekaryaan atau dalam bahasa agama mengedepankan amal salih.
“Kami mengedepankan kerja dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat guna mewujudkan kesejehateraan,” ujar dia.
Sebagai partai yang berorientasi pada pembangunan, tutur Airlangga, Partai Golkar juga mendorong pembangunan spiritual bangsa. Kebijakan terkait ekonomi syariah tumbuh dan berkembang dengan baik di Indonesia.
“Alhamdulillah, saat ini telah tumbuh perbankan dan lembaga keuangan syariah di negara kita. Demikian pula dengan produk halal telah menjadi perhatian serius pemerintah,” tutur salah satu pimpinan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tersebut.
Karena itu, kata Airlangga, Golkar terus mendorong agar pelaku usaha, terutama UMKM, dapat secara mudah memperoleh sertifikasi halal. Dia berharap Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, akan menjadi pusat halal terbesar di dunia.
“Kami juga mendorong pondok pesantren, selain menjadi lembaga pendidikan Islam, juga institusi pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. Kami mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mandiri,” ucap calon presiden dari Partai Golkar ini.
Sarkar Ulama, ujar Airlangga, diharapkan dapat berperan aktif di tengah tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Satkar Ulama harus berada di garis depan, berkontribusi bagi kemajuan ekonomi bangsa.
“Dengan bertambahnya usia, kami berharap Satkar Ulama menjadi organisasi keagamaan Partai Golkar yang terdepan dan penggerak utama bagi dakwah Islam yang damai, moderat atau wasathiyah, toleran, dan inklusif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Airlangga.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jabar Tubagus Ace Hasan Syadzily mengapresiasi kehadiaran Satkar Ulama Indonesia yang telah terbentuk di 21 DPD dari 38 provinsi.
“Saya mengamati dengan seksama perkembangan Satkar Ulama di bawah kepemimpinan Buya H Idris Laena yang luar biasa ini,” kata Kang Ace sapaan akrab Tubagus Ace Hasan Syadzily.
“Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, disebutkan, “Sebaik-baiknya urusan adalah yang pertengahan”. Tidak ekstrem kiri dan bukan ekstrem kanan,” ucap Ketum Partai Golkar.
Airlangga menyatakan, Partai Golkar merupakan partai berideologi karya kekaryaan atau dalam bahasa agama mengedepankan amal salih.
“Kami mengedepankan kerja dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat guna mewujudkan kesejehateraan,” ujar dia.
Sebagai partai yang berorientasi pada pembangunan, tutur Airlangga, Partai Golkar juga mendorong pembangunan spiritual bangsa. Kebijakan terkait ekonomi syariah tumbuh dan berkembang dengan baik di Indonesia.
“Alhamdulillah, saat ini telah tumbuh perbankan dan lembaga keuangan syariah di negara kita. Demikian pula dengan produk halal telah menjadi perhatian serius pemerintah,” tutur salah satu pimpinan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tersebut.
Karena itu, kata Airlangga, Golkar terus mendorong agar pelaku usaha, terutama UMKM, dapat secara mudah memperoleh sertifikasi halal. Dia berharap Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, akan menjadi pusat halal terbesar di dunia.
“Kami juga mendorong pondok pesantren, selain menjadi lembaga pendidikan Islam, juga institusi pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. Kami mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mandiri,” ucap calon presiden dari Partai Golkar ini.
Sarkar Ulama, ujar Airlangga, diharapkan dapat berperan aktif di tengah tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Satkar Ulama harus berada di garis depan, berkontribusi bagi kemajuan ekonomi bangsa.
“Dengan bertambahnya usia, kami berharap Satkar Ulama menjadi organisasi keagamaan Partai Golkar yang terdepan dan penggerak utama bagi dakwah Islam yang damai, moderat atau wasathiyah, toleran, dan inklusif untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Airlangga.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jabar Tubagus Ace Hasan Syadzily mengapresiasi kehadiaran Satkar Ulama Indonesia yang telah terbentuk di 21 DPD dari 38 provinsi.
“Saya mengamati dengan seksama perkembangan Satkar Ulama di bawah kepemimpinan Buya H Idris Laena yang luar biasa ini,” kata Kang Ace sapaan akrab Tubagus Ace Hasan Syadzily.