Ace Hasan (Foto: Okezone)[/caption]
"Kalau kampanyenya tidak menunjukkan rasa simpatik, melanggar aturan dan memaksakan kehendak bagaimana rakyat mau percaya," kata Ace ketika dihubungi, Minggu (6/5/2018). Sudah jelas, lanjut Ace, dalang aksi di belakang kegiatan itu adalah partai politik yang kontra dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Sehingga, omong kosong bila mereka mengatakan kalau gerakan itu bukan kegiatan politik.
Namun sayangnya, ia enggan menyebut identitas partai politik apayang dimaksud. Kata dia, publik sudah bisa menilai parpol mana saja yang pro dan kontra dengan pemerintahan Jokowi. "Ditambah dengan peserta deklarasinya jelas afiliasi politiknya anti terhadap Pak Jokowi. Kan kita tahu siapa dibalik gerakan itu dan berasal dari partai apa," jelasnya.
Partai Golkar, kata Ace, meyakini kalau gerakan itu tak akan mempengaruhi elektabilitas Jokowi. Sebab, banyak pihak yang beranggapan kalau aksi itu menabrak regulasi ihwal pelarangan Car Free Day (CFD) digunakan untuk aksi-aksi partai politik.
Pelarangan kegiatan politik di area CFD tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang menyatakan area CFD harus bebas kegiatan politik. "Saya yakin dengan kegiatan yang tidak simpatik ini tidak akan mempengaruhi terhadap elektabilitas Pak Jokowi," pungkasnya. [bambang]
Â
sumber berita