Kabar Golkar

Menko Luhut: Transportasi Darat Berkontribusi Signifikan Pada Perekonomian Nasional

Oleh · · Kabar Nasional

Credit Photo / Kemenko Kemaritiman dan Investasi
Credit Photo / Kemenko Kemaritiman dan Investasi

Menko Luhut mengatakan, penggunaan transportasi massal juga akan mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan. Data dari PT KAI Commuterline Indonesia (PT KCI), jumlah penumpang mencapai 336 juta orang dari dan menuju Jakarta ke dan dari wilayah sekitar Jakarta pada tahun 2019.

Tak hanya menyoroti pembangunan infrastruktur darat, Menko Luhut juga menekankan pentingnya memberikan perhatian pada angkutan sungai, danau, dan penyebrangan yang juga memainkan peran penting sebagai salah satu unsur konektivitas.

Menko Luhut mengatakan, saat ini terdapat 221 lintasan, 35 pelabuhan dan 151 kapal yang dikelola oleh salah satu BUMN yaitu PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Titik lintasan terdapat mulai dari Banda Aceh, Sibolga, Bakauheuni, Merak, Ketapang, Batulicin, Bitung, Ternate, Sorong sampai dengan Merauke. Penumpang yang diangkut berjumlah 6,6 Juta per tahun sedangkan jumlah kendaraan yang diangkut 6,4 juta per tahun.

“Data tersebut merefleksikan pentingnya angkutan sungai, danau dan penyebrangan untuk lebih dioptimalkan,” kata Menko Luhut.

Selain itu, Menko Luhut juga menekankan perlunya perhatian terhadap perkembangan industry E-commerce. Merujuk data BPS pada tahun 2019, industri E-commerce di Indonesia meningkat hingga 17% dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Total jumlan usaha E-commerce mencapai 26,2 juta unit.

Selama tahun 2018 saja, tercatat nilai transaksi sebesar Rp 17,21 Triliun dengan jumlah 24.821.916 transaksi. Dari angka tersebut terdapat 19,66% yang menggunakan jasa kurir online berbasis aplikasi. Jumlah tersebut, kata Menko Luhut, merefleksikan kebutuhan yang terus meningkat dalam jasa transportasi online.

Berdasarkan data-data tersebut, Menko Luhut menyimpulkan bahwa sektor transportasi darat adalah elemen yang penting dalam pengembangan konektivitas nasional dan mempunyai kontribusi yang signifikan di dalam pembangunan nasional.

“Pengembangan di sektor ini akan memberikan multiplier effects ke berbagai sektor yang pada akhirnya akan men-generate perkembangan ekonomi nasional,” kata Menko Luhut.

Lebih lanjut, Menko Luhut mengatakan, pemerintah Indonesia juga mempunyai komitmen yang sangat kuat untuk mengembangkan urban transport sebagaimana dicanangkan dalam RPJMN 2020-2024, sebagai salah satu faktor utama di dalam mengurangi kemacetan dan memperbaiki kualitas lingkungan.

“Konektivitas pada seluruh sektor darat, laut, dan udara yang terintegrasi akan membantu di dalam upaya pemerataan perekonomian nasional bagi negara besar seperti Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.504 pulau,” kata Menko Luhut.