KabarGolkar.com - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menanggapi soal peluang dirinya menjadi calon wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sebelumnya, 34 DPD1 Partai Golkar mendorong Airlangga Hartarto menjadi cawapres, bila Partai Golkar diminta mengusulkan kadernya oleh Jokowi.
"Kita tunggu sesudah pilkada ya (peluangnya)," ujar Airlangga usai menghadiri acara santunan anak yatim oleh Ikatan Perempuan Partai Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/6/2018).
Airlangga mengatakan, komunikasi antara Partai Golkar dengan Jokowi cukup baik. Ia yakin penjajakan komunikasi yang dilakukan mengarah kepada hal yang positif.
"Insyaallah (baik)," ucapnya.
Terkait peluang Jusuf Kalla maju kembali menjadi cawapres Jokowi, Airlangga menjawab diplomatis. Menurut Menteri Perindustrian tersebut, wacana majunya kembali Kalla sebagai cawapres bukan masalah setuju ataupun tidak setuju, melainkan ketentuan hukum.
"Artinya persoalannya bukan setuju atau tidak setuju. Kalau keputusan MK kan mengikat," katanya.
Wacana majunya kembali Kalla sebagai cawapres Jokowi terbentur undang-undang yang mengatur batas periodisasi presiden dan wakil presiden. Sejumlah pihak kini mengajukan permohonan uji materi ke Mahkamah Konstitusi mengenai aturan tersebut. [Sumber]
Â