Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Menko Airlangga Tegaskan Pemerintah Terus Lakukan Pemulihan Ekonomi Nasional
  Bambang Soetiono   16 November 2020
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Instagram/@airlanggahartarto)

kabargolkar.com, JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), menegaskan, upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi senantiasa dilakukan dengan saling mendukung. Kedua aspek kebijakan itu pun telah berhasil direalisasikan dengan seimbang.

“Apa yang dilakukan Pemerintah, seluruhnya sudah berada pada jalur yang benar, atau on the right track. Kita melihat baik penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi dilakukan dengan gas dan rem yang seimbang,” ujarnya dalam Dialog KPCPEN di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Khusus realisasi program pemulihan ekonomi nasional, hingga 2 November 2020 proses realisasi program PEN sudah mencapai Rp366,86 triliun atau 52,8 persen dari total anggaran yang disiapkan, yakni sebesar Rp695,2 triliun.

Ketua Satgas PEN KPCPEN Budi Gunadi Sadikin, pada konferensi pers yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 4 November 2020, berharap dapat memaksimalkan penyaluran Program PEN pada kuartal IV 2020, untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat dan sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami berharap bahwa sisa anggaran PEN bisa kita serap semua. Minimal Rp100 triliun bisa kita salurkan di kuartal IV 2020,” jelas Budi Gunadi.

Penyaluran program PEN terbesar berasal dari klaster perlindungan sosial yang memiliki pagu anggaran sebesar Rp203,9 triliun dan telah terealisasi Rp176,38 triliun atau tersalurkan 86,51 persen dari total anggaran.

“Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit.” Demikian semboyan yang bergema di mana-mana dan dianggap sebagai mantera yang sesuai di tengah suasana pandemi. Maka, upaya pemerintah menyegerakan pengadaan vaksin bisa dimaknai pula sebagai ikhtiar untuk membuat vaksinasi sebagai tindakan untuk mengungkit pemulihan ekonomi.

Kepastian akan pengadaan vaksin itu sendiri bisa menjadi katalis untuk mengakselerasi kinerja ekonomi ke depan. Dalam konteksi ini, proses uji klinis vaksin pun menjadi penting untuk mendorong sentimen positif akan program vaksinasi nanti.

Uji klinis tahap 3 vaksin Sinovac, yang dilaksanakan tim dari Fakultas Kedokteran Unpad, Bandung, telah memasuki babak pemantauan hasil efektivitas dan kemanjurannya. Sebanyak 1.620 relawan telah menjalani dua kali penyuntikan sesuai dosis. Hasil sementara menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman.

Harapannya, pada tahap monitoring ini akan muncul bukti bahwa vaksin tersebut efektif, dalam arti bisa menginduksi tubuh relawan menghasilkan antibodi untuk melawan Covid-19. Pada ujungnya, tentu diharapkan pula vaksin itu cukup manjur dan mampu melindungi para relawan.

Hasil uji klinis itu diharap turut mendorong Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) mengeluarkan izin edar vaksin yang diperlukan masyarakat. Dengan begitu, pada pekan awal Desember, progres vaksin akan lebih signifikan sebelum tutup tahun.

Rencananya, imunisasi akan mulai dilakukan pada awal 2021 dengan menargetkan kelompok usia 18 hingga 59 tahun.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu mempercepat kesiapan sejumlah instrumen pendukung pengadaan vaksin, utamanya payung hukum. Keberadaan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 sangat vital dalam rangka mengakomodasi peta jalan pengadaan vaksin.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.