Tak Banyak yang Tahu, Airlangga Hartarto Cucu Pejuang Kemerdekaan Ini
Oleh Irman · · Kabar Nasional
Kabargolkar.com – Tak banyak yang tahu Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto merupakan cucu salah satu pahlawan paling dikenal di wilayah Pasundan khususnya di Sukabumi.
Lahir di Surabaya, 1 Oktober 1962 dari pasangan Hartarto Sastrosoenarto-R. Hartini Soekardi Airlangga ternyata mewarisi sikap kepahlawanan dan darah pejuang dari sosok sang kakek atau ayah dari ibunya, R.H. Didi Sukardi. Pahlawan yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Sukabumi.
Ibu Airlangga, Hartini merupakan salah satu putri dari Alm. Didi Sukardi yang oleh masyarakat setempat dianggap adalah salah satu tokoh yang patut dihargai berkatjasa-jasa beliau memperjuangan peningkatan taraf hidup rakyat Sukabumi.
Dia terus berusaha memajukan Sukabumi dan memberi yang terbaik dan memiliki keyakinan bahwa berjuang dan berkarya untuk mencapai hal besar justru harus dimulai dari hal yang kecil.
Menurut artikel dari Dr. Yuda Benharry Tangkilisan yang berjudul “R.H. Didi Sukardi and The Negara Pasundan: A Nationalist In The Federal State During The Indonesia Revolution 1945-1949”, kakek Airlangga itu merupakan salah satu tokoh yang berpengaruh terutama bagi Sukabumi.
Didi Sukardi merupakan tokoh masyarakat Sukabumi terutama masa revolusi fisik dalam mempertahankan kemerdekaan.
Dia merupakan tokoh nasionalis di kancah negara federal. Ini dapat dilihat dari pemikiran nasionalistik yang terdapat dalam pidato-pidatonya.
Didi Sukardi sendiri awalnya seorang pengusaha perkebunan. Akhir tahun 1920, dia juga menjadi Dewan Kabupaten Sukabumi. Kemudian dia juga menjadi ketua cabang dari Paguyuban Pasundan.
Sebelum kedatangan Jepang, Didi Sukardi sempat menjadi pemimpin dari Partai Indonesia Raya dan juga Gabungan Partai Politik Indonesia (GAPI). Ketika zaman pendudukan Jepang, dia menjadi petugas penghubung dari Pembela Tanah Air (PETA).
Ketika proklamasi kemerdekaan, dia berada di Sukabumi. Dia kemudian menjadi anggota Komite Nasional Indonesia di Sukabumi. Komite ini memiliki kontribusi terhadap ide mengirim delegasi ke pemerintahan militer Jepang di Bogor.