LKI : Kiprah Kepemimpinan Airlangga Hartarto Positif di Mata Publik
Oleh Irman · · Kabar Nasional
Kabargolkar.com - Kematangan Partai Golkar dan para kader militannya dalam mengarungi peta politik Indonesia tak terbantahkan. Dinamika di tubuh Beringin sudah terbiasa dilakoni para elite dan kadernya.
Dikutip dari Republika, Anggota Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) DPP Partai Golkar, Justino Djogo mengatakan dukungan terhadap Ketua Umum Airlangga Hartarto menjadi kandidat calon presiden pada Pilpres 2024 harus terus digaungkan mulai saat ini.
Sebab Menko Perekonomian Airlangga adalah figur memang kapabel, kompeten, kredibel dan memiliki prestasi di setiap jabatan politik untuk menjadi Capres 2024.
Ia menyebut prestasi Airlangga Hartarto teruji dan portofolio di dua kabinet Presiden Jokowi menunjukkan capaian prestasinya yang excellent. Sebagai Menteri Perindustrian, prestasi membuat Making Indonesia 4.0 yang disusun dan diluncurkan oleh pemerintah diharapkan agar industri di Indonesia melakukan lompatan jauh (leapfrog) ke tahap kesiapan memasuki revolusi industri 4.0.
Saat menjadi Menko Perekonomian dan kini juga dipercaya sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga dinilainya menunjukkan progres yang baik bagi perbaikan ekonomi nasional dan pemulihan kesehatan rakyat. "Ketum Partai Golkar Airlangga terbukti memiliki kiprah yang tak sedikit di peta kinerja pemerintah Indonesia, sehingga memberikan nilai positif di mata publik," kata Justino dalam keterangan pers, Kamis (10/6).
Justino menyebut elektabilitas Airlangga Hartarto semakin meningkat. "Kematangan tata kelola Partai Golkar memberi dampak signifikan bagi elektabilitas Partai Golkar dan tentu saja juga berdampak pada Airlangga selaku Ketua Umum Partai Golkar," tegas Justino yang juga anggota Dewan Pakar PPK Kosgoro 1957.
Justino menilai kematangan Airlangga dalam mengelola partai sekali pun dalam kondisi terguncang bisa diatasi dengan cara yang cerdas dan bijaksana. Airlangga merangkul seluruh kader meski saat itu terjadi perbedaan yang tajam.
Justino mengingatkan sejauh ini konflik internal telah dapat dikelola dengan cara-cara dan rasa serta jiwa Golkar.