Kabar Golkar

Menpora Amali Jadi Narasumber Jambore Pioner Muda

Oleh · · Kabar Nasional

Credit / Kemenpora
Credit / Kemenpora

“Memang ini Pemerintah Daerah yang harus bisa mengingatkan. Kalau yang di pusat, insya Allah tidak ada,” ungkapnya.

Menpora Amali memastikan bahwa prestasi olahraga pasti diawali dengan tubuh yang sehat, sehingga dia mendukung upaya-upaya dari Kementerian Kesehatan dengan sejumlah peraturannya tentang pelarangan zat-zat adiktif dan rokok.

“Kita dukung karena kita tahu bahwa tidak ada prestasi yang bisa dihasilkan dari anak yang tidak sehat. Jadi sejak dia kecil talenta-talenta muda untuk bisa berprestasi itu dia harus sudah dalam kondisi fisiknya yang sehat,” bebernya.

Dikatakannya, hampir rata-rata para atlet bahkan yang masih aktif sampai saat ini tidak ada yang merokok, karena mereka menydari bahwa begitu dia merokok pasti akan mengganggu pernafasannya.

“Jadi insya Allah di lingkungan olahraga bisa dicegah dan dijaga betul itu. Dan, ada komitmen dari para pelatih, official dan semua yang ada itu untuk menghindarkan itu (merokok),” ungkapnya.

Kendati demikian, Menpora Amali mengingatkan masalah sponsorship rokok harus diselesaikan dari hulunya. Sebab, dalam industri rokok ada pemasukan negara dengan cukai rokok, pajak perusahaan dan lainnya. Disisi lain, ada petani rokok dan pekerja di pabrik rokok yang menggantung hidupnya di sektor ini.

“Harus dicarikan juga pengganti dari garapan mereka sehari-hari misalnya mereka tidak usah bertani tembakau pertanian jagung beserta nilai yang lain-lain, Nah itu menjadi tugas pemerintah yang ada di bidangnya,” tukasnya.

Oleh karena itu, Menpora Amali mendorong agar ada perbandingan dan solusi dari beberapa pihak yang terdampak apabila rokok benar-benar dilarang. Terutama dia meminta agar Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, dan Kemnterian Ketenagakerjaan dilibatkan dalam forum-forum berikutnya sehingga lahir solusi.

“Nah kalau ini kita selesaikan secara perlahan-lahan maka hilir tidak begitu sulit. Nanti kalau ada jambore lagi tolong diundang dari Kementerian Keuangan, diundang juga dari Kementerian Pertanian, Kemnterian Tenaga Kerja supaya juga ikut memikirkan paling tidak mengurangi secara perlahan ketergantungan kita terhadap rokok. Sebab yang tergantung pada rokok ini bukan hanya anak muda tetapi pemasukan Negara, bea cukai dan pajak rokok itu sangat bergantung,” paparnya.