Roem Kono Ajak Semua Tidak Berkomentar Spekulatif Soal Harga Telur
Kabar Golkar 23 Juli 2018
maupun telur, warga bisa diberdayakan untuk terlibat dalam urusan beternak. Dengan begitu pasokan pangan pun bisa terjamin sepanjang tahun.
Terpisah, peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Imelda Freddy mengatakan, lebih dari 50 persen produksi jagung memang diperuntukkan bagi konsumsi hewan, misalnya saja ayam. Mahalnya harga pakan ayam nabati, yang sebagian besar adalah jagung, dipengaruhi oleh ketersediaannya di pasar di mana jumlah produksi nasional tidak bisa memenuhi jumlah konsumsinya.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengaku, adanya disparitas harga telur ayam ras di tingkat peternak dan konsumen mencapai 60 persen sehingga mengakibatkan harga komoditas tersebut melambung terutama dalam sepekan terakhir. Dalam Operasi Pasar Telur Murah di Toko Tani Indonesia Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (19/7), Menteri Amran melaporkan harga telur di Jabodetabek memang sudah perlahan turun meskipun perbedaannya masih berkisar 40-60 persen.
Mentan menjelaskan perbandingan harga yang jauh tersebut salah satunya karena rantai pasok yang panjang dari tingkat peternak, warung pengecer hingga konsumen. Selain itu, para pedagang diduga mengambil keuntungan yang tinggi sehingga harga di tingkat konsumen menjadi mahal.[Indopos]
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.