Sekretaris panitia Vinsen Bureni menambahkan, alasan memberikan prioritas peserta bagi kalangan milenial karena tuntutan sekarag di Partai Golkar, kelompk milenial ini mesti dibangun keterampilan dan komuniksi politik. ”Di ajang Dikpol ini banyak ilmu yang akan ditularkan oleh para pembicara mulai dari ketrampilan dasar hingga pada urusan kebijakan publik. Ini akan menarik karena datang dari berbagai latar bakang,” ujarnya.
Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD I Golkar NTT, Ans Takalapeta mengungkapkan, secara nasional UU Parpol menugaskan semua parpol untuk memberikan pendidan politik bagi masyarakat. Meski demikian, dalam pelaskansaan tidak banyak juga yang melaksanakan pendidikan politik. “Dikpol yang kita gelar ini memberikan kesempatan juga kepada masyarakat umum. Golkar bahkan memberikan kesmepatan besar bagi milenial dan quota 30 persen peserta dari kalangan perempuan. Ini ajang Golkar mempersiapkan secara dini kader yang mau berkiprah di dunia politik. Dan, Dikpol ini merupakan Dikpol Nasional yang diselenggarakan di Kupang,” ujar mantan Bupati Alor dua periode ini.