[caption id="attachment_10510" align="aligncenter" width="1059"]
Bambang Soesatyo, Politisi Partai Golkar dan Ketua DPR RI (RMOL)[/caption]
kabargolkar.com - Untuk menyongsong revolusi industri 4.0 yang telah mengalami perubahan begitu pesat, para mahasiswa dituntut lahirkan ide dan gagasan solutif. Agar tak tak hanya terjebak romantisme masa lampau kaum intelektual tersebut pun diminta berperan tak hanya terbatas sekat kelas dan pembelajaran.
“Tantangan terbesar di depan mata kita adalah terjadinya Revolusi Industri 4.0 yang ditandai kemajuan digital technology, artificial intelligence, internet of thing, big data dan robotisasi,” ujar Ketua DPR RI yang akrab disapa Bamsoet itu saat menyampaikan kuliah umum “Tantangan dan Peluang Mahasiswa dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0,” dihadapan sekitar 4.000 mahasiswa dan civitas akademika Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Kamis (20/8).
Menurutnya, jika tidak diantisipasi dengan cepat dan tepat, akan berdampak negatif bagi dunia industri dan ketenagakerjaan di Indonesia.
Selain memberikan kuliah umum, Bamsoet juga membuka secara resmi Pekan Legislatif Mahasiswa UNP. Juga hadir dikesempatan itu diantaranya Prof. Drs. H. Ganefri, M.Pd., Ph.D (Rektor UNP), Prof. Z Mawardi Efendi (Ketua Senat UNP), Tanzilal Wanda Riski (Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UNP), Satria Oktavianus (Ketua Majelis Perwakilan UNP), dan Hendra Irwan Rahim (Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat).
Didampingi John Kenedy Aziz (Anggota Komisi VIII DPR RI/F-Golkar), Ahmad Sahroni (Anggota Komisi III DPR RI/F-Nasdem) dan Darul Siska (Staff Khusus Ketua DPR RI/Caleg DPR RI Partai Golkar Dapil Sumater Barat I), ia menyampaikan pendapatnya Bahwa disamping menghadirkan tantangan, Revolusi Industri 4.0 juga memberikan banyak peluang. Karena itu, dahsyatnya kekuatan teknologi informasi yang terdapat dalam smartphone, jangan sampai disalahgunakan ke arah negatif seperti pornografi, pornoaksi, narkoba maupun tindakan negatif lainnya.
“Di era saya, susah sekali mau berwirausaha. Syukur alhamdulillah, saat ini banyak anak-anak muda kita yang sudah merintis berbagai start-up dengan ide inovatif seperti Gojek, Bukalapak, Ruang Guru dan lainnya. Kehadiran teknologi digital mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang tangguh. Ini menguatkan keyakinan saya bahwa sesungguhnya masa depan ekonomi Indonesia ada di tangan anak-anak muda,” jelas Bamsoet.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum KADIN ini memaparkan, sebuah negara bisa dikatakan semakin maju apabila memiliki sekurang-kurangnya 2 persen kelompok wirausaha. Indonesia hingga saat ini sudah berhasil menciptakan kelompok wirausaha sebanyak 1,5 persen. Bangsa Indonesia harus bekerja lebih keras lagi untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Melalui pemanfaatan teknologi informasi dan pembinaan yang berkelanjutan, kewirausahaan di kalangan mahasiswa akan tumbuh dan berkembang pesat.
“Sejalan dengan itu, perguruan tinggi juga harus berani melakukan terobosan. Program studi baru perlu dirintis agar sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan pada era Revolusi Industri 4.0. Perguruan tinggi harus mulai bicara mengenai Artificial Intelligence, Internet of Things, Big Data dan Robotisasi. Cyber University atau sistem perkuliahan online juga perlu dikembangkan agar dapat membantu anak-anak muda dari berbagai daerah terpencil yang selama ini sulit menjangkau jenjang perguruan tinggi,” papar Bamsoet