Kabar Golkar

Menko Airlangga Minta Doa Ulama agar RI Keluar dari Pandemi dan Ekonomi Kembali Pulih

Oleh · · Kabar Nasional

Menko Airlangga Minta Doa Ulama agar RI Keluar dari Pandemi dan Ekonomi Kembali Pulih
Menko Airlangga Minta Doa Ulama agar RI Keluar dari Pandemi dan Ekonomi Kembali Pulih

Kabargolkar.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri Forum Silahturahmi Ulama, khususnya dengan perwakilan Alim Ulama dan UMKM Pondok Pesantren (Ponpes) seluruh Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar, Sabtu (12/3/2022).

Hal itu dilakukan dalam upaya menyeimbangkan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta memaksimalkan peran para Tokoh Agama di Provinsi Sulsel.

Diketahui, selama masa pandemi, tokoh agama dan tokoh masyarakat berperan sangat penting untuk mendorong tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Peran tersebut juga terlihat dalam memberikan kepercayaan diri masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah.

Menko Airlangga mengatakan, bahwa masyarakat tetap harus waspada dengan penyebaran virus Covid-19 dan konsisten dalam menjalankan protokol kesehatan 3M, sekali pun akibat dari varian Omicron tidak seberat varian Delta yang lalu.

Saat ini, pemerintah terus mendorong kebijakan vaksinasi booster kepada seluruh lapisan masyarakat.

Vaksin ini sebagai usaha untuk melindungi diri dan masyarakat dari penularan Covid-19, terutama bagi lansia dan yang memiliki penyakit bawaan (komorbid).

“Kami ucapkan terima kasih kepada para Alim Ulama Provinsi Sulsel yang telah mendukung Program Vaksinasi Covid-19 dengan mensosialisasikan bahwa vaksin itu halal dan aman.

Kami mohon doanya dari para Alim Ulama dan pengurus Ponpes sekalian, agar kita dapat segera keluar dari krisis kesehatan ini dan segera dapat memulihkan ekonomi kita,” kata Menko Airlangga dalam acara yang mengangkat tema “Peran Ulama Menggerakkan Ekonomi Keumatan dan UMKM di Sulawesi Selatan” tersebut.

Per 10 Maret 2022, kasus aktif di Provinsi Sulsel tercatat 1.753 kasus atau 8,95% dari total kasus sebanyak 140.613 kasus, terdiri dari kasus pasien yang sembuh sebanyak 126.446 (89,33%) dan 2.414 (1,71%) kasus kematian.

Hal tersebut menjadi penyebab diterapkannya Level 3 pada Provinsi Sulsel dengan transmisi komunitas Level 2, kapasitas respon terbatas, namun vaksinasi sudah memadai yakni total Dosis-1 umum yang sudah disuntikkan sebanyak 85,16%, Dosis-2 adalah 58,68%, dan Dosis-1 lansia adalah 67,62%.