"Rasa-rasanya Mbak Yenny dan Gus Durian lebih memiliki kedekatan ideologis dengan kami. Kami selalu menghindari untuk menggunakan isu SARA, melawan kelompok intoleran dan lain-lain. Komitmen itu yang selalu dipertunjukan Pak Jokowi," kata Ace saat dihubungi Merdeka.com, Selasa (11/9/2018).
Menurut Ace, wajar saja jika Sandi mengajak semua orang untuk bergabung dalam timsesnya. Namun, kata dia, semua kembali lagi pada keinginan Yenny Wahid sendiri.
"Tapi kan semua berpulang ke Mbak Yenny sendiri, apakah beliau bersedia atau tidak bergabung. Mbak Yenny saya kira memiliki pertimbangan objektif untuk menentukan pilihan dukungannya," ungkap dia.
"Pilihan objektif itu dapat dilihat dari prespektif politik, sosial, ekonomi dan kedekatan kultural," ucapnya.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Istri Presiden Keempat Indonesia Abdurrahman Wahid (Gusdur), Sinta Nuriyah dan Yenny Wahid memberikan keterangan seusai kunjungannya di Ciganjur, Jakarta, Jumat (7/9). (Liputan6.com/HO/Biro Pers Setpres) [/caption]
kabargolkar.com - Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily, yakin Direktur The Wahid Institute Zannubah Ariffa Chafsoh alias Yenny Wahid akan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Hal itu ia katakan setelah bakal cawapres Sandiaga Salahuddin Uno mengajak Yenny bergabung ke tim suksesnya (timses).
-(90-x-10-cm)_20251003_074958_0000.png)
_20251003_075632_0001.png)