Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Negara harus Pro Aktif Merespons Modus Kejahatan Baru pada Investasi Digital
  Bambang Soetiono   11 Juni 2022
ilustrasi (net)
juga selalu disarankan untuk bertanya dan mencari informasi yang benar kepada para pihak yang kompeten, terutama institusi pemerintah.

Jika semua aspek tadi tidak diprioritaskan, sangat besar potensi si calon investor menjadi korban penipuan oleh penyelenggara investasi digital. Fenomena penipuan itulah yang marak akhir-akhir ini dengan total kerugian yang demikian besar itu. Dan, dalam aksi penipuan itu, peran institusi asing sebagai penyelenggara investasi digital ilegal terbilang dominan.

Kesimpulan pertama yang dapat dikedepankan adalah fakta bahwa ekosistem investasi digital di dalam negeri belum protektif, pun belum kondusif. Sudah terlalu banyak investor yang menjadi korban penipuan. Belum mampu melindungi investor dan juga belum mampu melindungi kepentingan negara dari aspek perpajakan. Para pelaku kejahatan kerah putih dari luar negeri begitu leluasa menjebak dan menipu para pemilik modal di dalam negeri .

Benar bahwa investor lokal kurang berhati-hati dalam menanggapi penawaran dari pihak asing selaku penyelenggara investasi digital yang belum memiliki izin dari Bappebti -- atau pihak berwenang lain -- untuk beroperasi di dalam negeri. Namun, harus pula diakui bahwa negara belum mampu menangkal serbuan penyelenggara investasi digital yang beroperasi secara ilegal untuk menipu investor lokal.

Satgas Waspada Investasi sudah menunjukan besarnya kerugian investor lokal, yang sudah pasti berdampak juga terhadap perekonomian nasional. Puluhan triliuan dana masyarakat dilarikan ke luar negeri sebagai keuntungan pihak asing yang menyelenggarakan investasi digital ilegal. Mau berapa lagi kecenderungan seperti ini akan dibiarkan?

Kesadaran bersama yang harus tetap terjaga sepanjang dekade ini dan dekade selanjutnya adalah kemauan memahami fakta bahwa proses bertransformasi ke ekonomi digital ternyata juga menghadirkan ragam modus kejahatan baru. Salah satu contohnya adalah penipuan berkedok investasi digital dengan modus beragam. Di kemudian hari, akan muncul modus baru dengan memanfaatkan celah-celah kelemahan pada ekonomi digital.

"Modus-modus kejahatan itu tidak hanya merugikan para investor, tetapi perekonomian negara pada gilirannya juga dirugikan. Pada saat yang sama, bertransformasi ke ekonomi digital menjadi keniscayaan yang terelakan. Maka, persepsi masyarakat tentang ekonomi digital tidak boleh dibiarkan dirusak oleh sepak terjang para pelaku kejahatan kerah putih yang menjebak dan menipu masyarakat," ucap Bamsoet.

Karena itu, negara cq pemerintah harus segera tampil dengan inisiatif-inisiatif baru kekinian untuk mengantisipasi dan menangkal ragam modus kejahatan itu. Terobosan baru dari aspek teknologi harus terus diupayakan untuk mendeteksi modus kejahatan baru, agar negara-bangsa tidak dirugikan selama berjalannya proses transformasi ke ekonomi digital.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.