ilustrasi usaha kecil. (Merdeka.com/Arie Basuki)[/caption]
kabargolkar.com - Pelemahan nilai Rupiah terhadap Dollar Amerika berimbas pada pelaku UMKM. Terkait sikap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengefisienkan proses produksi untuk menyiasati kenaikan harga bahan baku impor seiring melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, Ketua DPR Bambang Soesatyo pada Rabu (19/9/2018) memberikan tiga poin untuk menjadi perhatian bersama.
Pertama, Politisi Partai Golkar mendorong Komisi VI DPR meminta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku UMKM untuk mendapatkan bahan baku.
"Memberikan kemudahan akses pinjaman atau kredit bagi para pelaku UMKM guna mendapatkan pinjaman modal dalam mengembangkan usahanya," demikian jelas Bamsoet. dirinya mendorong Komisi VI DPR dan Komisi XI DPR meminta Kemenkop dan UKM melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) bersama Perbankan untuk melakukan hal tersebut.
Legislator Golkar ini juga mendorong Komisi VI DPR meminta Kemenperin untuk meningkatkan mutu kualitas bahan baku produk dalam negeri sehingga dapat bersaing dengan produk import dengan harga terjangkau.
Terakhir, Bamsoet menekankan, walau menyiasati pelemahan Rupiah, dirinya tetap mengimbau kepada pelaku UMKM untuk selalu mengutamakan kualitas hasil produksi. (tim liputan)