Kabargolkar.com - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan alasan mengapa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dibentuk jauh-jauh hari sebelum Pemilu 2024.
Pembentukan KIB sejak awal, kata Airlangga Hartarto, agar koalisi yang dibangun bisa kuat dan solid. "Berdasarkan pengalaman Partai Golkar, kami sudah mengikuti pembentukan koalisi di menit-menit terakhir dan itu tidak diikuti dengan solidaritas dari koalisi itu sendiri," kata Airlangga dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Selasa (11/10/2022).
Airlangga melanjutkan, jika koalisi dibentuk menit-menit akhir menjelang Pemilu, diyakini tidak berjalan optimal bagi partai politik yang tergabung di dalamnya.
Ia menjelaskan bagaimana pengalaman Golkar bergabung atau membentuk koalisi pada Pemilu 2004, 2009, 2014, dan 2019.
"Para tokoh senior Golkar meminta agar persiapan dilakukan lebih awal dan itu tentu banyak hal yang perlu disatukan, baik visi misi maupun kerja sama di level DPP, di pusat dan juga daerah termasuk provinsi kabupaten kota," ujarnya.
Oleh karenanya, ketua umum yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menilai pembentukan koalisi memerlukan sebuah mekanisme sendiri dan membutuhkan kegiatan bersama.
Di sisi lain, Airlangga menuturkan bahwa pembentukan KIB dilakukan demi menghindari politik identitas.
Terkait tiket calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Airlangga mengaku bahwa itu sudah disepakati KIB agar calon tersebut memiliki kiprah di partai.
Sejauh ini, menurut Airlangga, komunikasi yang dibangun antara KIB dan partai politik lain masih cair. Termasuk, ia mengaitkan pertemuannya dengan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani pada Sabtu (8/10/2022).
"Jadi, komunikasi dengan partai politik termasuk dengan ketua-ketua umum dan kemarin dengan Ibu Puan juga tentu beliau mempunyai mandat untuk berkomunikasi dengan partai politik," kata Airlangga. (kompas.com)