“Karena dengan membaca itu luar biasa (IQRO) dan membuat kita tidak jadi bangsa kelas teri. Karena membaca memiliki daya imajinasi yang luar biasa yang mengakibatkan kita punya keluasan hati, tidak mudah di provokasi dan kita tidak mudah menjadi orang yang menghakimi,” papar Fahd.
Pengusaha muda ini tidak pernah lelah memberikan secuil Inspirasi dan motivasi. Menurutnya, usia terlalu ringkas untuk dilewatkan tanpa melakukan perubahan.
“Ketika para pahlawan kita dahulu menggelorakan kehendak Bersatu (Marilah kita berseru Indonesia Bersatu) saya hari ini menyibukkan diri saya untuk memberikan motivasi dan inspirasi dan kita siap berpartispasi, bahu membahu perbaiki negeri ini,” serunya.
Untuk membuat para pahlawan terdahulu bangga kita jangan pernah lelah untuk melahirkan generasi pencipta untuk mereka yang akan mengharumkan Indonesia dengan karya nyata. Pada sisi lain, pria yang pandai bernyanyi ini juga melihat kondisi toleransi di Indonesia yang semakin memprihatinkan dan mengelus dada.
“Banyak riset yang menyebut soal radikalisme, narasi kebencian yang menimbulkan perpecahan sudah menjangkiti dari guru sampai anak SD, contohnya saja anak anak gampang saja percaya tidak boleh bergaul dengan orang orang yang berbeda agama. Ini juga harus menjadi fokus kita apalagi saat ini telah masuk pemanasan menjelang pertarungan pilpres 2024 narasi kebencian makin lancang dikobarkan untuk menggerus persatuan,” tambahnya.
Ditambahkan Fahd, “Para pahlawan kita menitipkan masa depan bangsa ini agar jangan biarkan jiwa generasi selanjutnya hangus oleh ego dan dendam. Yang harus dihancurkan adalah egoisme dan kebencian, yang mesti dirajut ialah solidaritas dan kepedulian. Yang saya sebutkan adalah hambatannya, maka ketika negeri kita akan kuat, senantiasa saat rakyatnya terdidik untuk berdaya dan berkarya,” sambungnya.
“Maka dari itu, di Hari Pahlawan ini, kita masih berjuang untuk menaikkan kembali level Indonesia ke taraf yang seharusnya, karena perjuangan itu bukan proses penderitaan menuju tujuan, tapi proses memantaskan diri untuk meraih tujuan,” tutup Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar tersebut.